Cnet.com
''WebOS Memang Ditakdirkan Gagal''
TEMPO.CO, California - Salah satu tablet yang kemunculannya paling diantisipasi tahun lalu adalah TouchPad keluaran Hewlett-Packard (HP). Tablet ini sempat diprediksi menjadi saingan berat iPad. Sayangnya "sabak" digital yang berjalan dengan sistem operasi WebOS ini hanya bertahan tujuh minggu di pasaran, sebelum akhirnya ''dibunuh'' oleh HP pada akhir Agustus 2011.
Dikutip dari New York Times, Selasa, 3 Januari 2011, analis telah membuat daftar yang panjang mengenai dugaan alasan tablet ini gagal di pasaran. Namun, menurut Paul Mercer, mantan Direktur Senior Software Palm, sejak awal, WebOS memang memiliki peluang berhasil yang kecil.
Pria yang mengawasi desain antarmuka WebOS dan ikut merekrut anggota penting dari tim pembuat OS ini lebih lanjut mengatakan bahwa terdapat banyak masalah dalam pengerjaan OS ini. "Palm mencoba membangun platform ponsel dengan teknologi Web sebelum waktunya, dan kami tidak dapat menyelesaikan desain yang sangat ambisius itu," ujar Mercer kepada New York Times.
"Mungkin kami memang tidak akan dapat menyelesaikannya karena teknologinya saat itu belum tersedia," katanya menambahkan.
HP mengakuisisi Palm pada Juli 2010 dengan harga US$ 1,2 miliar. Dari akuisisi ini, HP akhirnya dapat masuk dalam pasar smartphone karena telah memiliki sistem operasi untuk perangkat bergerak. Sayangnya, tablet pertama HP, TouchPad, kemudian gagal di pasaran dan mengakibatkan digusurnya posisi Leo Apootheker dari kursi CEO dan digantikan oleh Meg Whitman.
Kabar terakhir di Desember tahun lalu, HP memutuskan untuk membuat WebOS sebagai platform terbuka. Analis melihat hal ini sebagai sebuah langkah yang ''anggun'' ketimbang HP harus mengakui bahwa mereka telah gagal dan menelantarkan WebOS.
NEW YORK TIMES | CNET | RATNANING ASIH





