foto

Tentara Korea Selatan berjaga-jaga di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara di Paju (1/6). Korea Utara akan melakukan ujicoba rudal jarak jauhnya dalam bulan ini. Foto: REUTERS/Jo Yong-Hak

Korea Utara Tembak Mati Tiga Pelarian

TEMPO.CO Seoul -- Tentara Korea Utara menembak mati tiga warganya yang mencoba melarikan diri melewati perbatasan Cina, Sabtu, 31 Desember 2011 lalu. Penembakan itu dilakukan menyusul pengetatan kontrol perbatasan sejak meninggalnya pemimpin Korea Utara, Kim Jung-Il.

Kala itu, ketiga pria berusia 40-an tahun mencoba menyeberangi perbatasan melalui Sungai Yalu, dekat Kota Hyesan. Orang-orang di seberang perbatasan, di Cina, melihat adegan penembakan itu. "Para penjaga membawa mayat ketiga lelaki yang tergeletak di atas es," kata seorang aktivis Korea Selatan, Do Hee-Youn.

Sejak perang 1950-1953, banyak rakyat Korea Utara yang melarikan diri. Hingga kini, sekitar 23 ribu rakyat Korea Utara telah kabur dari represi atau kelaparan di tanah air mereka. Sebagian besar lari ke Korea Selatan dengan cara berjalan kaki ke negara tetangga, Cina, melalui celah-celah di perbatasan. "Di Cina, mereka bersembunyi dan melanjutkan perjalanan untuk mencari pemukiman di Korea Selatan," ujar Do.

Namun sejak kematian Kim Jung-Il pada 17 Desember 2011 lalu, patroli di perbatasan semakin intensif. Para tentara mencoba antisipasi terjadinya pembelotan. Bahkan pemerintah membuat pengumuman, akan menembak mati orang yang mencoba melarikan diri.

"Mereka sengaja bertindak keras agar tidak ada pembelotan yang muncul selama  transisi politik," katanya.

MSN | AFP | CORNILA DESYANA