foto

Ribuan warga Jepang tumpah ruah di Istana Kaisar Jepang di Tokyo, sambil melambaikan Hinomaru (bendera nasional Jepang) untuk ikut merayakan ulang tahun Kaisar yang ke-78. REUTERS/Toru Hanai

Jepang Alami Penurunan Populasi Tercepat

TEMPO.CO, Tokyo - Populasi Jepang di 2011 telah mengalami kontraksi tercepat setidaknya sejak 1947. Penurunan itu diperburuk dengan jumlah orang yang tewas dalam gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu.

Populasi Jepang menyusut 204.000 pada tahun 2011 dengan total penduduk 126.240.000, menurut kementerian kesehatan. Penurunan itu paling tajam sejak pertama kali dikompilasi pada tahun 1947.

Dari jumlah tersebut, hampir 20.000 menjadi korban gempa berkekuatan 9 skala Richter dan tsunami yang melanda Jepang 10 bulan lalu. Menurut angka terbaru, 15.844 orang telah dikonfirmasi tewas dalam bencana itu, sementara 3.451 orang masih dinyatakan hilang.

Jumlah total kematian sepanjang tahun 2011 adalah 1.261.000 juta, naik 64.000 dibandingkan 2010, sedangkan jumlah anak yang lahir 1.057.000, turun 14.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Kementerian itu mengungkapkan bahwa penyebab tunggal kematian terbesar adalah kanker, sebesar 358.000, diikuti 198.000 karena penyakit jantung dan 126.000 akibat stroke.

Sebuah laporan terpisah oleh kementerian dalam negeri  mengatakan 1,2 juta warga Jepang berusia 20 pada Hari Tahun Baru, kurang dari setengah jumlah usia itu pada tahun puncaknya, 1970.

Jumlah warga berusia 20 tahun - usia dewasa di Jepang - turun 20.000 dari tahun lalu dan merupakan rekor terendah selama lima tahun berturut-turut, kata kementerian tersebut.

Berkat kemajuan medis dan standar hidup yang tinggi, Jepang memiliki banyak warga berusia tua. Angka kelahiran yang rendah menimbulkan keprihatinan utama bagi bangsa ini.

Sedikit anak yang dilahirkan berarti mengurangi pekerja di masa depan, dan mengarah ke penurunan jumlah penerimaan pajak di saat populasi yang menua membutuhkan lebih banyak dukungan dalam bentuk perawatan kesehatan dan pensiun, yang dibayarkan oleh kontribusi pajak.

TELEGRAPH | EZ