foto

Jamilah Binti Emang. TEMPO/Wahyu Setiawan

Pemerintah Dianggap Tak Urus Jenazah TKW di Arab

TEMPO.CO, Jakarta - Nasib tenaga kerja wanita di Arab Saudi, Jamilah binti Emang, sungguh nahas. Ia yang meninggal pertengahan Desember 2011 lalu jenazahnya belum diurus pemerintah. Anggota Komisi Hukum DPR RI, Eva Kusuma Sundari, mendesak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah segera mengurus jenazah Jamilah.

TKW asal Cianjur ini meninggal pada 15 Desember 2011 lalu di Rumah Sakit King Faisal. "Sikap abai ditunjukkan KJRI Jeddah dan kami meminta Kementerian Luar Negeri segera mengurus jenazah Jamilah," ujar politikus PDI Perjuangan ini, Selasa, 3 Januari 2012.

Sebelum dirawat di rumah sakit, Jamilah ditemukan tak sadarkan diri di salah satu pintu Masjidil Haram, Mekah. Jamilah diduga dibuang oleh majikannya yang bertempat tinggal sekitar 400 kilometer di antara Ta''if dan Bisha. Jamilah bekerja di Arab Saudi sejak 12 Februari 2006 melalui PT Al Hijaz Indo Jaya yang berkantor di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta.

Eva menyatakan, berdasarkan informasi dari relawan Buruh Migrant Indonesia (BMI), Jamilah meninggal akibat penyakit TBC dan kurang gizi. Warga Kampung Cibuntu, Cianjur, Jawa Barat, itu diduga tidak mendapatkan makanan layak serta waktu istirahat kurang. Eva menganggap nota kesepahaman antara Indonesia yang diwakili Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Luar Negeri dengan Arab Saudi gagal. "Terbukti tidak ada perbaikan perlindungan TKI di Saudi," ujar dia.

EZTHER LASTANIA