foto

Wali kota Surakarta Joko Widodo mengendarai mobil dinas buatan siswa SMK, Kiat Esemka di rumah dinas Wali Kota Surakarta, Selasa (3/1). TEMPO/Ukky Primartantyo

Sultan ''Tergiur'' Bikin Esemka Jokowi di Yogya  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan Yogyakarta memiliki potensi besar untuk merakit mobil komersial sendiri seperti yang telah dilakukan Kiat Esemka menjadi mobil dinas Wali Kota Joko Widodo.

“Yogyakarta tidak ada masalah dengan potensinya untuk melakukan perakitan (mobil) sendiri seperti itu. Sangat bisa kita lakukan,” kata Sultan menjawab pertanyaan Tempo saat mengunjungi korban banjir di Dusun Joho Condong Catur Sleman, Rabu, 4 Januari 2012.

Menurut Sultan, perakitan mobil sendiri harus dibarengi dengan prosedur pengujian standar nasional, sehingga benar-benar layak pakai. Sultan menambahkan kemandirian dalam bidang otomotif merupakan hal yang sangat baik. "Wong Kijang itu juga produksi sendiri kok, jadi itu sangat bisa kita lakukan,” ucap Sultan.

Yogyakarta memiliki potensi membuat mobil rakitan karena memiliki fasilitas pengembangan akademik di bidang otomatif. Pengamat otomotif dan Koordinator Dosen Pembimbing tim pembuat mobil balap Formula Bimasakti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Fauzun, menyayangkan upaya perakitan mobil yang tidak segera mendapatkan dukungan dari pemerintah.

"Yang pertama bergerak untuk mewujudkan langkah itu tak lain sikap pemerintah. Bagaimana bisa menjembatani potensi yang sangat banyak di Yogyakarta ini, sehingga saling terdukung,” kata Ketua Jurusan Program Pasca Sarjana dan Doktoral Teknik Mesin dan Teknik Industri UGM itu.

Fauzan menambahkan potensi yang jelas terlihat di Yogyakarta adalah sejumlah galeri dan bengkel custom mobil yang tersebar puluhan di wilayah Yogyakarta. Dari sisi sumber daya ada puluhan sekolah menengah kejuruan yang memiliki konsentrasi bidang otomotif.

Puluhan universitas yang terpusat di Yogyakarta juga memiliki banyak laboratorium untuk mendukung upaya perakitan mobil mandiri. "Sebanyak 80 persen komponen mobil kita itu sudah dapat diproduksi sendiri di dalam negeri, sekitar 20 persennya impor. Jadi, tunggu apa?” kata dia.

Pihak UGM sendiri selama ini telah melakukan upaya melalui penciptaan mobil Bimasakti dan Semar. Namun lebih ke arah perlombaan, bukan menyentuh ranah komersial. Pembuatan Bimasakti yang terpilih sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam kompetisi internasional otomotif di Jepang September 2011 lalu dilakukan tidak sekadar perakitan, tapi juga produksi dari hulu sampai hilir dengan memodifikasi mesin Suzuki Thunder 250 cc menjadi 400 CC.

Di tempat terpisah Ketua Jurusan SMK Negeri 2 Depok Sleman Agus Rochmat menuturkan di Yogyakarta setidaknya ada 50 SMK yang memiliki jurusan otomotif. Produsen mobil Toyota telah menjalin kerja sama dengan dua SMK di Yogyakarta, salah satunya di SMKN 2 Depok Sleman sejak 1995 lalu.

“Kami pernah mendapat tawaran perakitan sendiri dari pusat dan juga untuk dua motor merek Cina. Tapi karena fasilitas tempat tak memadai, tidak jadi dilakukan,” kata dia. Dikatakannya, merakit bukanlah hal yang  terlalu sulit mengingat industri itu lebih melakukan pengorganisasian di mana semua komponen mobil diproduksi secara terpisah.

PRIBADI WICAKSONO

Berita terkait:
Ini Spek Mobil Esemka Jokowi
Kisah Sukiyat, Perakit Mobil Esemka Jokowi

Mereka Bangga Rakit Mobil Esemka

Jokowi: Esemka Lebih Nyaman dari Camry
Gubernur Bibit Sindir Jokowi