Manchester City. AP/Jon Super
City Kembali ke Jalan yang Benar
TEMPO.CO, Manchester- Manchester City mengakhiri deretan hasil buruk--cuma satu poin tanpa gol di dua pertandingan--dengan mengandaskan Liverpool. Pada pekan kedua puluh Liga Primer Inggris di Stadion Etihad, Rabu dini hari, 4 Januari 2012, mereka menghajar tim tamu tiga gol tanpa balas.
Pesta pasukan bulan biru bermula di menit sepuluh saat penyerang the Reds, Dirk Kuyt, kehilangan bola. Sergio Aguero yang berhasil menaklukkan kiper Pepe Reina dari luar kotak penalti menambah pundi golnya jadi 16 pada 25 pertandingan.
Pada menit 34, Yaya Toure menyundul tendangan sudut David Silva tanpa bisa dihalau Reina, 2-0. Dua umpan Silva di pertandingan ini membuatnya jadi pengumpan terbaik di Liga Inggris dengan torehan 10 assist.
Sebanyak 47 ribu Citizens--sebutan bagi pendukung City--di Etihad kembali bersorak saat Martin Skrtel menjatuhkan Yaya Toure di kotak terlarang di menit 74. James Milner menyelesaikan tendangan 12 pas dengan sempurna. Penalti itu merupakan kado istimewa bagi Milner, yang kemarin merayakan ulang tahun ke-26. "Tapi kemenangan tim lebih penting," ujarnya seperti dikutip situs resmi mereka, Rabu 4 Januari 2012.
Menurut pemain kelahiran Leeds ini tekanan akibat hasil buruk di dua pertandingan sebelumnya langsung mengendur. Pasukan bulan biru akan menggunakan kemenangan ini sebagai momentum untuk meraih poin penuh di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Laga di bawah guyuran hujan lebat di Eastland, Manchester, ini membuat City memimpin klasemen Liga Primer dengan 48 poin. Manchester United, yang berada di posisi sekondan dengan 45 poin, baru bermain Kamis dini hari nanti melawan Newcastle United.
Satu-satunya cacat pasukan bulan biru di pertandingan itu adalah kartu merah yang diterima Gareth Barry. Wasit Andre Mariner mengganjarnya kartu kuning kedua setelah menumbur Daniel Agger di menit 73. Akibatnya, City harus bermain sepuluh orang di 20 menit terakhir dan Barry absen di satu pertandingan mendatang.
Pelatih Roberto Mancini menganggap keputusan itu ngaco. "Mungkin dia salah, tapi tidak sampai harus menerima dua kartu kuning," katanya.
Kehilangan pemain kunci membuat Mancini uring-uringan. Pasalnya, Januari merupakan masa yang penting bagi City. Mereka akan menghadapi musuh bebuyutan, Manchester United, di Piala FA, akhir pekan nanti. Dilanjutkan melawan Liverpool di Piala Liga pada 11 dan 25 Januari. Sementara di Liga Primer menjamu Tottenham Hotspur yang berada di posisi tiga pada 22 Januari.
Masalahnya, City menghadapi barisan tim raksasa itu tanpa pemain kunci di lini tengah, Yaya Toure. Bersama abangnya, Kolo, pemain Pantai Gading ini membela negaranya di Piala Afrika selama sebulan penuh. Mereka berangkat usai laga melawan United. "Beberapa pekan tanpa Yaya dan Kolo akan berat," kata Mancini.
Yaya memang tidak tergantikan. Musim ini dia tampil di seluruh laga, sebanyak 27 kali--satu partai lebih banyak dari kapten Vincent Kompany--dengan 6 gol dan 4 assist. Perannya di lini tengah sangat vital.
Gelandang 28 tahun ini memiliki catatan operan sukses 90 persen. Artinya dari sepuluh umpan hanya satu yang tidak menemui sasaran. Selain aktif menyerang, pemain bertinggi 1,92 meter ini juga disiplin dalam bertahan. "Saya sudah berusaha mencari pelapisnya, tapi tidak ada yang bisa menyamai Yaya," ujar Mancini.
Pelatih 47 tahun asal Italia itu memprediksi timnya memiliki kemungkinan besar menjuarai liga jika sukses melampaui Januari sebagai pemuncak klasemen. Ancaman datang dari tetangga sebelah, United. Namun Mancini mengajak pasukannya fokus, tidak lirik kanan-kini. "Kami akan coba menangi semua pertandingan," ujarnya.
TELEGRAPH | REZA MAULANA





