foto

Menteri Penerangan Harmoko (kanan) dan Ed Zoelverdi (kiri depan) dalam Pameran Lomba Foto Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Balai Kota, Jakarta, 1990. TEMPO/A. Sadek Hasan

Ed Zoelverdi Peletak Dasar Fotografi Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Fotografi majalah berita mingguan (MBM) Tempo tidak bisa dilepaskan dari kontribusi almarhum Ed Zoelverdi. Fotografer kawakan yang biasa disapa Mat Kodak inilah peletak dasar fotografi MBM Tempo. Ia bergabung dengan Tempo sejak 1971-1994.

“Dia yang membentuk visi dan style (gaya) fotografi di majalah Tempo. Walau kadang kami tak sepakat dengan idenya, harus diakui dia adalah peletak dasar fotografi Tempo,” kata mantan redaktur fotografi majalah Tempo 1987-1992, Yudhi Soeryatmojo, saat dihubungi pada Rabu, 4 Januari 2012.

Yudhi mengaku banyak mendapat inspirasi dari juru foto kelahiran Aceh, 12 Maret 1943, itu. “Di kalangan fotografer dia juga mempunyai kelebihan pinter menulis. Bagi saya, dia inspiratif dalam fotografi dan menulis,” kata Yudhi yang mengaku juga suka menulis selain fotografi.

Ed Zoelverdi, kata Yudhi, telah mengenalkan warna baru dalam fotografi, yaitu esai foto. Menurut dia, fotografer yang dikenal berpenampilan perlente itu menawarkan cara berbeda dalam memotret peristiwa.

“Tidak hanya sisi brutal (peristiwa), tapi ada hal-hal unik yang diambil,” ujar Yudhi. Ide itulah yang kemudian menginspirasi banyak fotografer lain. Di kalangan rekan seprofesi, Mat Kodak dikenal berkepribadian percaya diri dan selalu yakin dengan apa yang dilakukan, sehingga ia dihormati dan disegani rekan-rekannya.

Karya Ed Zoelverdi yang sangat dikagumi oleh Yudhi yaitu fotografi peristiwa Malari tahun 1974. “Dia tidak hanya memasang foto berderet, tapi foto itu ditata secara menarik baik visual maupun ceritanya. Itu sangat luar biasa, apalagi saat itu kualitas cetak dan kertas belum seperti sebagus sekarang,” kata Yudhi yang mengaku telah mengenal karya Mat Kodak sebelum masuk Tempo.

Juru foto kawakan Ed Zoelverdi meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB, Rabu, 4 Januari 2012, di rumah duka Jalan Mirah Delima II/5, Sumur Batu, Jakarta Pusat. Jenazah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kemiri, Rawamangun, Jakarta Timur, usai salat zuhur.

Sebelumnya Ed Zoelverdy sempat dirawat di Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, akhir tahun lalu. Ia, yang dikenal sebagai perokok berat kala itu, mengalami gangguan pada paru-parunya.

RINA WIDIASTUTI