foto

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa (kiri) bertemu tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi di kediamannya di Yangon, Myanmar, Rabu (28/12). ANTARA/HO-Kemenlu

Marty Optimistis Myanmar Bebaskan Seluruh Tapol

TEMPO.CO , Jakarta:- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan dia optimistis pemerintah Myanmar akan membebaskan seluruh tahanan politik, meski tidak memberikan tenggat.




"Pemerintah Myanmar tahu tentang adanya harapan ini (pembebasan seluruh tahanan politik), dan ini menjadi komitmen mereka. Bagaimana dan kapan, mari kita tunggu. Saya tidak pesimistis," kata Marty setelah menyampaikan pernyataan pers tahunan bertajuk "Refleksi 2011 Proyeksi 2012" di Kementerian Luar Negeri.




Marty menjelaskan, berdasarkan pengalamannya dalam memfasilitasi reformasi di Myanmar selama ini, kemajuan yang dicapai negara itu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dan selaras. Pemerintahan Thein Sein memiliki kewenangan untuk membebaskan tahanan politik dan tinggal mencari cara untuk melaksanakannya.




Dalam beberapa kali pertemuan, menurut Marty, Myanmar memang tidak menyebutkan batas waktu pembebasan seluruh tahanan politik.




Kemarin pemerintahan Thein Sein kembali membebaskan 33 tahanan politik dari penjara di Insein, Obo (Mandalay), Taungoo, Putao, Myeik, Katha, Pyay, Taunggyi, Pathein, Sittwe, Thayat, dan Thayawddy. Tahun lalu, sekitar 300 tahanan sudah dibebaskan.




Menurut data Assistance Association for Political Prisoners (Burma), hingga akhir Desember 2011, total jumlah tahanan politik 1.572 orang dan tersebar di 918 penjara.




Pada Senin lalu, pemerintah membuat keputusan untuk mengurangi masa hukuman tahanan. Mereka yang dijatuhi hukuman mati diubah menjadi hukuman seumur hidup. Bagi tahanan yang dihukum lebih dari 30 tahun, hukumannya dikurangi menjadi kurang dari 30 tahun.




Terhadap tahanan yang menjalani hukuman 20-30 tahun penjara, hukumannya berkurang menjadi di bawah 20 tahun. Dan, bagi tahanan yang dijatuhi hukuman di bawah 20 tahun, masa hukumannya dikurangi hingga seperempatnya.




Namun jaringan keluarga korban tahanan politik menuntut pembebasan seluruh tahanan politik tanpa syarat. Pemerintah dinilai tidak jujur dan salah mengenai cara pembebasan tahanan politik.




| MIZZIMA | MARIA RITA