AP/Apichart Weerawong
Topik
Thailand Selatan Dikepung Banjir dan Tanah Longsor
TEMPO.CO , Jakarta:- Meski banjir berangsur-angsur surut di beberapa tempat di Thailand Selatan, hujan deras yang diperkirakan masih berlanjut dikhawatirkan akan kembali menimbulkan banjir.
Badan meteorologi Thailand kemarin melansir prakiraan bahwa cuaca bakal tak bersahabat bagi Thailand. Tekanan angin dari arah Cina akan berdampak tingginya curah hujan hingga esok di Thailand Selatan.
Karena itu, lembaga tersebut meminta masyarakat di kawasan pantai timur Provinsi Nakhon Si Thamarat berhati-hati menghadapi hujan deras. Gelombang setinggi lebih dari tiga meter juga diperkirakan akan terjadi di Teluk Thailand sehingga kapal-kapal kecil diminta tidak melaut hingga 8 Januari mendatang.
“Saya sudah memerintahkan pasukan untuk segera memberikan pertolongan kepada para korban di wilayah yang banjirnya paling parah,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat Thailand Prayuth Chan-ocha. Tentara kini sedang bersiap mendirikan pusat penanganan banjir di Selatan, seperti perintah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.
Di Provinsi Yala, banjir mulai mereda dan masyarakat mulai membersihkan rumah mereka. Namun beberapa tempat yang merupakan dataran rendah masih terendam banjir. Banjir bandang di Yala menggenangi delapan distrik dengan jumlah penduduk hampir 52 ribu jiwa.
“Sekolah ini setiap tahun terendam banjir akibat musim monsoon, tapi banjir kali ini yang terparah,” kata Direktur Sekolah Muhammad Masukee Yee-heng.
Di Pattani dan Sai Buri, hujan masih mengguyur sehingga air sungai meluap dan membanjiri sejumlah tempat. Menurut Ketua Departemen Mitigasi dan Pencegahan Bencana Alam Wiboon Sanguangpong, hujan sangat deras dan banjir yang terjadi secara cepat itu telah merendam sembilan provinsi di Thailand Selatan sejak 31 Desember lalu.
Bandara Nakhon Si Thamarat, yang sempat ditutup akibat banjir, kemarin mulai dibuka. Namun jalan menuju bandara masih terendam setinggi 40 sentimeter.
Selain banjir, tanah longsor mulai mengancam warga. Di distrik Ron Phibun di Provinsi Nakhon Si Thamarat dengan populasi 1.000 jiwa, tanah longsor menimpa sebuah rumah dan sekolah. Tanah longsor juga menghantam pembangkit listrik sehingga aliran listrik terhenti ke kampung dan sekolah.
Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris kemarin mengeluarkan peringatan kepada warganya yang berwisata ke Thailand agar ekstrahati-hati dengan banjir yang kembali melanda Thailand.
BANGKOK POST | NATION | MARIA RITA





