foto

Ilustrasi bangunan sekolah rusak. FOTO ANTARA/Musyawir/ss/mes/11.

Pemerintah Anggarkan Rp 18 Triliun untuk Perbaikan Sekolah

TEMPO.CO, Balikpapan - Kementerian Pendidikan menyiapkan anggaran Rp 18 triliun untuk perbaikan fisik bangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Hingga kini tercatat sebanyak 131 ribu ruang kelas sekolah yang membutuhkan perhatian intensif pemerintah.

“Jumlah itu sudah kami kurangi. Tadinya 160 ribu rusak parah ruang kelas. Sekarang tersisa 131 ribu ruang kelas,” kata Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh usai peresmian Politeknik Negeri Balikpapan, Jumat 6 Januari 2012.

Nuh mengatakan kerusakan sekolah-sekolah ini disebabkan oleh usia pakai bangunannya yang sudah habis. Perlu pembangunan sekolah-sekolah baru menggantikan bangunan lama yang sudah rusak. “Jadi saking banyak jumlah ruang kelas yang rusak di seluruh Indonesia. Itu kalau ditayangkan di tv tiap hari satu, itu masih kurang. Sekarang ini jumlahnya ratusan ribu,” ucap Nuh.

Karena itu, kata Nuh, untuk memperpanjang umur sekolah pihaknya telah melakukan upaya perbaikan sekolah dari mulai ringan, sedang, hingga berat. Alokasi anggaran terbilang turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 20,4 triliun.

Sementara itu Dinas Pendidikan Balikpapan pada anggaran 2012 ini mengalokasikan dana sekitar Rp 8 miliar untuk perbaikan sekolah rusak berat dan sedang. Anggaran ini telah disetujui dan tengah proses perbaikan sekolah. “Dari sekolah yang ada di Balikpapan diperkirakan 20 persen rusak berat dan ringan dari jumlah yang ada,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan, Syahrumsyah Setia.

Sekolah yang mengalami kerusakan itu, kata Syahrumsyah, banyak dialami sekolah yang berada di pinggiran kota dan lokasi sekolah yang kontur tanahnya tidak rata atau berbukit.

Menurut Syahrumsyah, Pemerintah Kota Balikpapan tahun 2012 ini lebih memprioritaskan perbaikan sekolah untuk memperpanjang umur sekolah. Pembangunan sekolah baru saat ini masih melanjutkan pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 9 yang tengah dalam pengerjaan.

SG WIBISONO