foto

TEMPO/Seto Wardhana

Penembakan di Aceh Tak Bermotif Ekonomi

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Senior Imparsial yang juga pemerhati Aceh, Otto Syamsudin Ishak, berpendapat penembakan di Aceh bukan bermotif ekonomi. "Berdasarkan data-data yang kami punya, jelas ini ada motif politik," kata Otto, Jumat, 6 Januari 2012.

Menurut Otto, perubahan pelaku penembakan dari orang tak dikenal menjadi penembak misterius adalah indikasi bahwa penembakan itu tidak bermotif ekonomi. Korban yang tidak kehilangan harta benda setelah ditembak juga menjadi indikasi kuat bahwa motif pelakunya bukan ekonomi. "Korban tidak kehilangan harta benda apa pun," ujarnya.

Sebagai gambaran, Otto menyebutkan bahwa penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) biasanya korban tidak berasal dari etnis tertentu dan bisa terjadi kapan saja. Sedangkan saat ini penembakan itu dilakukan oleh penembak misterius (petrus) yang memiliki target khusus. "Kalau petrus itu sudah jelas dan memiliki target tertentu dalam operasinya," kata Otto.

Otto khawatir peristiwa penembakan di Aceh itu akan menimbulkan konflik horizontal antar-etnis di Aceh. Apalagi Aceh masih tergolong rawan dengan terjadinya konflik antar-etnis. Ia mendesak pemerintah untuk lebih sensitif menyikapi peristiwa ini. "Enam sampai 10 tahun merupakan masa-masa kritis untuk gagal-berhasilnya perdamaian," ujar Otto.

Pemerintah sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa peristiwa penembakan yang terjadi di Aceh tidak memiliki motif politik terkait pelaksanaan Pilkada di Aceh mendatang. Menurut Menkopolhukam Djoko Suyanto, peristiwa penembakan di Aceh merupakan peristiwa yang bermotif ekonomi dan kecemburuan sosial.

DIMAS SIREGAR