Kim Jong Un menyalami seorang prajurit, saat pemimpin baru Korea Utara ini melakukan inspeksi ke markas Divisi 105 Tank Penjaga, Tentara Rakyat Korea Utara, Minggu (1/1). AP Photo/Korean Central News Agency via Korea News ServiceN
Seoul Siap Berdialog dengan Pyongyang
TEMPO.CO , SEOUL:- Sikap keras pemerintahan konservatif Lee Myung-bak terhadap Korea Utara berangsur-angsur melunak. Kamis 5 Januari 2012 Menteri Luar Negeri Kim Sung-hwan mengatakan Korea Selatan siap berdialog dengan jiran terdekatnya itu untuk membahas perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea.
“Kami membuka dialog dengan Korea Utara,” kata Hwan kepada wartawan di Seoul kemarin. “Bola sekarang di pengadilan Korea Utara,” ujarnya lagi. Hanya, belum ada keputusan yang dibuat Korea Utara.
Dalam laporan tahunan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kemarin disebutkan, tujuan utama kementerian tahun Ini adalah membangun stabilitas di semenanjung karena Utara memperkuat proses suksesinya. “Untuk akhirnya, pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan banyak negara termasuk Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan Jepang,” ujar laporan itu.
Niat untuk membuka dialog dengan Pyongyang juga dituangkan dalam kebijakan tahunan Kementerian Unifikasi Selatan yang berkaitan dengan urusan inter-Korea.
Meski keinginan membuka dialog begitu kuat, Korea Selatan tetap mengajukan persyaratan kepada Pyongyang untuk menjelaskan soal tewasnya dua anggota pasukan angkatan laut Korea Selatan dan dua warga sipil Korea Selatan saat baku tembak di perairan perbatasan pada November 2010.
Selain membuka pintu dialog, Korea Selatan kemarin menyediakan pendanaan untuk mempersiapkan kemungkinan reunifikasi dua Korea. Kementerian Unifikasi, yang menangani hubungan perbatasan kedua negara, mengatakan salah satu prioritas kebijakan adalah mempersiapkan reunifikasi, termasuk pendanaan. Namun tidak ada penjelasan siapa yang mendanai.
Selama delapan tahun, terhitung sejak pertemuan bersejarah pada 2000, dua Korea telah mengadakan lebih dari 20 kali pertemuan tingkat kabinet untuk membahas rekonsiliasi dan proyek lintas perbatasan. Sejak Lee naik ke tampuk pemerintahan pada 2008, belum pernah dilakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Pyongyang.
REUTERS I KOREA HERALD I MARIA RITA





