Sejumlah anggota TNI AU memeriksa reruntuhan pesawat yang jatuh di pinggir sungai Progo Dusun Karang Rejo, Kedung sari, Bandungan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/1). ANTARA/Anis Efizudin
Topik
Foto Terkait
Penyelidikan Pesawat Latih Jatuh Tak Libatkan KNKT
TEMPO.CO, Magelang - Kepala Penerangan dan Perpustakaan Angkatan Udara Adisutjipto DI Yogyakarta Mayor Yuto Nugroho mengatakan penyelidikan jatuhnya pesawat Charlie LD-3417 di Desa Kedungsari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 6 Januari 2012, akan melibatkan tim internal TNI AU.
“Akan ada tim sendiri untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu,” kata Yuta usai pemakaman pilot Kapten Ali Mustofa di Taman Makam Pahlawan Cawang Magelang, Sabtu, 7 Januari 2012.
Kemungkinan melibatkan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menelusuri jatuhnya pesawat buatan Amerika Serikat 1976 itu tak akan dilakukan mengingat pesawat tersebut bukanlah pesawat jenis penumpang atau komersial. "Baik tim dari pusat dan Lanud Adisutjipto," kata dia.
Pesawat latih Charlie LD-3417 jatuh di areal persawahan warga Dusun Jetis, Desa Kedung Sari, Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat pagi, 6 Januari 2012. Pilot pesawat, Kapten Ali Mustofa, tewas seketika dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Tentara Soedono.
Hingga saat ini penyebab jatuhnya pesawat belum diketahui apakah karena faktor manusia (human error), cuaca buruk, atau kondisi kelayakan pesawat. Saat pesawat menukik jatuh sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, cuaca di lokasi masih terlihat cerah. Kemudian, sesaat setelah jatuh, turun hujan deras. Pihak TNI AU pun mengatakan kondisi pesawat juga masih layak pakai untuk tes profisiensi (latihan kemahiran).
“Sekarang petugas sudah mulai mengumpulkan serpihan-serpihannya,” kata seorang warga Desa Kedungsari, M. Aqil, yang turut melihat di lokasi. Sebelumnya, hingga pagi, potongan bangkai pesawat yang tersebar di enam titik masih tampak pada posisi semula untuk penyelidikan lanjutan.
PRIBADI WICAKSONO





