foto

Rumah bekas kediaman Bung Karno saat masih kecil hingga remaja di Jln. Sultan Agung, Kota Blitar, Jawa Timur. Rumah yang berdiri di atas tanah seluas 14 ribu meter persegi tersebut akrab disebut dengan nama Istana Gebang. [TEMPO/Dwidjo Utomo Maksum]

''Istana'' Gebang Kembali Dibuka untuk Umum  

TEMPO.CO, Blitar - Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar resmi membuka ''Istana'' Gebang sebagai tempat wisata umum. Tak ada perwakilan keluarga Bung Karno yang menghadiri pembukaan itu.

Pembukaan Istana Gebang yang berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, siang tadi dilakukan dengan menggelar selamatan. Dihadiri Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang terkait, Samanhudi memimpin ritual selamatan dengan mengundang warga sekitar. "Mulai hari ini, Istana Gebang telah menjadi milik warga Blitar dan bebas dikunjungi," kata Samanhudi, Sabtu, 7 Januari 2012.

Untuk mengelola rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno pada masa kanak-kanak itu, pemerintah menempatkan petugas khusus. Mereka bertanggung jawab membersihkan rumah dan menjadi pemandu bagi wisatawan yang berkunjung. Pengelolaan itu murni dilakukan Dinas Pariwisata tanpa melibatkan keluarga Bung Karno.

Pembukaan ini dilakukan pemerintah Blitar setelah menyelesaikan pembelian dengan keluarga Bung Karno senilai Rp 35 miliar. Dengan dimilikinya rumah ini, menambah koleksi peninggalan Bung Karno selain museum dan makam.

Usai menggelar selamatan, Samanhudi mengajak warga melihat-lihat koleksi benda di Istana Gebang. Di antaranya mesin ketik manual, radio, lukisan, perabot kuno, dan kamar yang dihuni Bung Karno. Selama ini koleksi tersebut dikelola keluarga Bung Karno sebagai properti pribadi. Samanhudi berharap Istana Gebang ini bisa diakses masyarakat secara bebas.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Blitar Hadi Maskun menegaskan pembukaan Istana Gebang itu tak dihadiri keluarga atau ahli waris Bung Karno. Meski pemerintah telah mengundang mereka, tak ada satu pun keluarga Sukarmini, kakak kandung Bung Karno yang selama ini mengelola rumah itu, hadir. "Hanya tetangga sekitar yang tampak," kata Hadi.

Pembukaan ini merupakan pertama kalinya setelah pihak keluarga menutup Istana Gebang untuk umum sejak tahun lalu. Tanpa alasan yang jelas, mereka melarang siapa pun berkunjung ke rumah itu. Penutupan itu langsung berdampak pada pendapatan pedagang makanan dan tukang becak yang kerap mengantarkan wisatawan ke Istana Gebang. Sejumlah tukang becak bahkan sempat memprotes penutupan itu kepada keluarga Bung Karno.

HARI TRI WASONO