TEMPO/Prima Mulia
Topik
Panglima TNI: Penembakan Aceh Tak Terkait Pilkada
TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Agus Suhartono menyatakan kasus penembakan di Aceh tak berhubungan dengan pemilihan kepala daerah provinsi itu pada Februari, melainkan tindakan kriminal murni. "Sementara ini hasil penyelidikan terindikasi oleh pilkada Aceh," kata Agus di gedung Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Senin 9 Januari 2011.
Agus mengatakan TNI terus memonitor perkembangan kasus itu. "Intinya ada kelompok bersenjata," kata dia. Senjata yang digunakan penembak, kata Agus, diduga merupakan senjata yang dipakai zaman konflik Aceh dahulu. "Kami dahulu berharap semua senjata bisa diserahkan," kata dia. "Kenyataannya, saat ini aparat menghadapi senjata-senjata yang masih beredar."
Beberapa pekan terakhir Aceh diteror insiden penembakan. Korban yang tewas mencapai orang tewas dan delapan lainnya luka-luka. Kasus pertama terjadi penembakan di Ulee Kareng, Banda Aceh, pada malam pergantian tahun 2011, satu penjaga toko boneka tewas.
Penembakan kedua juga pada malam tahun baru. Pekerja penggali kabel serat optik milik perusahaan telekomunikasi di Bireun ditembaki orang tak dikenal. Tiga tewas dan tujuh lainnya terluka dalam insiden ini.
Terakhir, penembakan terjadi pada Senin malam, 1 Januari 2012, di Langkahan, Aceh Utara. Satu petani tewas dan seorang lainnya terluka. Selain penembakan, dua menara Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 KV milik PLN di Gampong Lueng Sagoe dan Blang Tidiek, Pidie, digergaji orang tak dikenal hingga roboh.
Sebelumnya Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan penembakan tersebut merupakan tindakan kriminal biasa, tak berhubungan dengan pemilihan kepala daerah. Adapun Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta setiap pejabat tak berkomentar sembarang soal insiden penembakan itu.
AFRILIA SURYANIS





