Aktivitas gunung merapi Kilauea, Hawaii semakin meningkat. AP/Tim Wright
Topik
Foto Terkait
Kilauea Meletus Selama 29 Tahun
TEMPO.CO , Jakarta -Gunung api Kilauea di Hawaii belum berhenti meletus sejak 29 tahun silam. Pada 3 Januari lalu, gunung api tersebut merayakan peringatan 29 tahun erupsi tanpa henti itu.
Kilauea berarti "semburan" atau "sangat meluas" dalam bahasa Hawaii, merujuk pada lavanya yang terus menyembur. Volume material yang dimuntahkan gunung api itu telah menutupi kawasan yang cukup besar untuk mengaspal jalan mengelilingi bumi hingga tiga kali, dan membuat Kialuea menjadi salah satu gunung api paling aktif di planet biru ini. Penduduk Hawaii yang lahir setelah 3 Januari 1983 tidak pernah melihat puncak Kilauea bersih dari semburan lava.
"Itu mungkin terlihat aneh bagi kita, karena anak-anak di pulau tersebut melihat Gunung Kilauea meletus sepanjang hidup mereka, tapi itu tidak luar biasa bagi Kilauea," kata Janet Babb, ahli geologi di Hawaiian Volcano Observatory.
Badan pemantau gunung api Hawaii itu memperingati 29 tahun erupsi Kilauea dengan menggelar kuliah umum tentang sejarah gunung api tersebut. Pada 2011, letusan gunung api itu menunjukkan perkembangan menarik. Lava terlontar dari rekahan baru di zona celah, dekat kawah Napau. Rekahan tersebut adalah pecahan dari gunung api yang terbuka membentuk garis lurus. Rekahan baru itu, yang dinamai Kamoamoa, telah menciptakan aliran lava yang amat tinggi.
Pada Desember tahun lalu, sejumlah ilmuwan melaporkan temuan lava yang dihasilkan oleh letusan Kilauea paling mematikan sepanjang sejarah, yang menewaskan lebih dari 400 orang pada November 1790. Kini orang bisa berjalan di dekat aliran sungai lava yang mengalir turun dari tebing gunung dan mengarah ke laut. Erupsi yang "ramah" ini tidak berbahaya, kecuali ada orang yang bertindak bodoh dengan mencoba mendekati lava pijar yang panas itu.
l LIVESCIENCE | Tjandra





