foto

Dua nelayan bersiap melaut kembali setelah hampir dua pekan tidak beraktifitas akibat angin kencang dan tingginya gelombang, di kampung nelayan desa Branta, Madura, Jatim,(15/2). ANTARA/Saiful Bahri

Gelombang Laut Selatan Mencapai Lima Meter  

TEMPO.CO, Cilacap - Nelayan dan kapal kecil diminta tidak melaut dulu di perairan selatan Jawa karena ketinggian gelombang mencapai lima meter. Angin laut dikatakan sebagai penyebabnya. "Ada pertemuan angin di Samudera Indonesia yang menyebabkan tingginya gelombang," kata analis cuaca pada Stasiun Meterologi dan Geofisika Cilacap, Mas Pudjiono, Senin 9 Januari 2012.

Menurut dia, tingginya gelombang saat ini sangat berbahaya bagi pelayaran, terutama nelayan. Dia menambahkan pertemuan angin tersebut menuju daerah tekanan rendah di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara, yang tekanan udara di pusatnya mencapai 1.004 milibar.

Selain menyebabkan gelombang tinggi, pertemuan angin itu juga menyebabkan hujan ringan hingga lebat di Jawa Tengah bagian selatan, dengan kecepatan angin 20-34 knot yang bertiup dari arah barat daya hingga barat laut. Dia memperkirakan kondisi itu berlangsung hingga tiga hari ke depan. "Kapal tongkang pengangkut batubara juga berbahaya saat melintas di perairan," kata dia.

Kepala Seksi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Cilacap, Hari Widiyanto, menyatakan sudah memberi imbauan kepada kapal-kapal besar agar lebih berhati-hati. "Kapal besar masih bisa melintas, tapi lebih berhati-hati," kata dia.

Dia mengaku belum melarang kapal besar. Tapi bagi kapal tongkang, dia memberi saran agar menunda perjalanan mengangkut batu bara dari Kalimantan.

ARIS ANDRIANTO