foto

Kobaran api membakar bangunan rumah dinas Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang diduga dibakar massa yang menuntut pembatalan pelantikan bupati setempat, Kamis (29/12). ANTARA/Gito

Mediasi Kisruh Pilkada Kotawaringin Barat Gagal  

TEMPO.CO, Palangkaraya - Upaya mediasi yang dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang untuk menyamakan persepsi atas kisruh pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat, antara Bupati Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat di Palangkaraya, menemui jalan buntu, Selasa, 10 Januari 2012. Pasalnya masing-masing pihak tetap pada pendiriannya.

Penegasan ini diungkapkan Gubernur Teras Narang kepada wartawan usai pertemuan tertutup dengan kedua belah pihak di Istana Gubernur Kalimantan Tengah di Palangkaraya, Selasa. “Dalam pertemuan tadi tidak ada kesepakatan apa pun. Ini karena kedua belah pihak tetap pada argumen mereka masing-masing,” ujarnya.

Menurut Teras, perundingan menemui jalan buntu karena DPRD merasa mempunyai penetapan sendiri. Di sisi lain bupati dan wakil bupati yang dilantik Menteri Dalam Negeri pada 30 Desember 2011 lalu juga mempunyai pandangan sendiri. “Akibatnya terjadi perbedaan di antara keduanya. Dan tidak mungkin bisa terselesaikan di forum tadi,” ujar Teras.

Namun, dalam pertemuan itu, Gubernur mengingatkan kepada kedua belah pihak yang bertikai bahwa ada satu agenda penting yang harus segera mereka selesaikan. Agenda tersebut adalah pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012 yang saat ini sedang dievaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan batas waktu hingga 16 Januari 2012.

“Dan bila APBD tidak disahkan oleh bupati dan DPRD maka APBD tahun 2012 dianggap tidak sah, dengan demikian maka akan menggunakan APBD tahun 2011,” ujarnya.

Bila ini terjadi, tidak akan ada pekerjaan berupa proyek dan hanya pembayaran gaji. Artinya pembangunan fisik tak dapat dilaksanakan. "Hal ini berarti tidak ada pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Teras Narang.

"Kami akan lihat dulu apakah mereka itu sepakat untuk sepakat atau sepakat untuk tidak sepakat. Tapi yang jelas, prosedur yang akan kami tempuh ini tak bisa kami ungkapkan di sini,” ujar Teras Narang.

Sementara itu Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Damianus Jacky mengatakan saat ini kondisi Kotawaringin Barat relatif aman dan masih bisa terkendali. “Jumlah personel yang kami turunkan di sana mencapai 1.500 personel, baik dari Polri dan TNI,” katanya.

Kisruh pemilihan kepala daerah di Kotawaringin Barat berujung pada pembakaran rumah dinas Bupati Kotawaringin Barat pada 29 Desember 2011.

KARANA WW