Sony Ericsson
LTE Menjadi Pilihan Atasi Kenaikan Layanan Data
TEMPO.CO , Jakarta - Perusahaan penyedia jaringan teknologi Ericsson mengatakan ketersediaan jaringan LTE atau Long Term Evolution akan menjadi pilihan untuk mengatasi tingginya penggunaan layanan mobile data.
"LTE akan menjadi pilihan utama,” kata Vice President Marketing and Communications Ericsson, Hardyana Syntawati, dalam konferensi pers Prediksi Industri Telekomunikasi 2012 di Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.
Long Term Evolution adalah komunikasi akses data nirkabel berkecepatan tinggi. Layanan data ini sudah dimanfaatkan secara luas di Amerika dan Eropa. Demikian pula perangkat mobile akan banyak menggunakan teknologi ini.
Namun, untuk penerapannya di Indonesia, menurut Hardyana, masih membutuhkan sejumlah faktor pendukung, antara lain regulasi dari pemerintah dan kesiapan operator seluler.
Dia mengatakan pemerintah selaku regulator sedang mengatur penggunaan frekuensi untuk jaringan LTE ini. Sedangkan kalangan operator sudah menyiapkan diri untuk masuk ke jaringan tersebut. "Sekarang masalahnya soal ketersediaan frekuensi,” katanya.
Menurut Hardyana, jaringan LTE ini bisa menggunakan frekuensi 1800MHz sampai 2,3 GHz. Operator, kata dia, bisa saja tinggal berpindah ke jaringan ini. “Tinggal di-switch saja," katanya.
Adapun Ericsson selaku penyedia jaringan menyatakan sudah siap untuk memperkenalkan teknologi ini. “Kita siap mendukung operator bila ingin menggunakan jaringan LTE,” katanya.
Saat ini Ericsson merupakan vendor penyedia jaringan bagi empat operator seluler, Telkomsel, XL Axiata, Indosat dan Axis.
Namun, Hardyana enggan memaparkan rencana yang akan dilakukan Ericsson setahun ke depan dalam kaitannya dengan pengembangan jaringan LTE ini.
“Yang jelas kami akan melakukan penambahan kapasitas juga memodernisasi perangkat dengan teknologi yang lebih baru,” katanya.
IQBAL MUHTAROM





