foto

Petani antre membeli pupuk urea bersubsidi di halaman jembatan timbang di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (29/11). ANTARA/Aguk Sudarmojo

Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

TEMPO.CO, Makassar - Petani di Sulawesi Selatan mengeluh sulit mendapatkan pupuk urea dan ZA bersubsidi. Proses bongkarmuat yang tertunda di pelabuhan Soekarno-Hatta menjadi penyebab mulai langkanya pupuk.

“Gudang pupuk yang ada di bagian wilayah Selatan Sulsel sudah kosong,” ungkap Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang, Selasa (10/01).

Saat ini petani yang berada di daerah bagian selatan, melingkupi Kabupaten Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Bone. Daerah itu sudah tidak bisa mendapatkan pupuk urea dan ZA.

Rahman mengatakan, sebelumnya telah pernah ada pembagian pupuk tahap pertama. Namun masih dalam jumlah terbatas. Petani di Kabupaten Takalar, terpaksa menggunakan pupuk yang semestinya disiapkan untuk Bulukumba.

"Saat ini petani di Bulukumba juga sangat membutuhkan pupuk yang dipakai di Takalar," jelas Rahman.

Pupuk yang mulai langka ini, menurut Rahman, bisa teratasi dengan mempercepat bongkar muat di pelabuhan Makassar.  Jika terlambat, Rahman mengkhawatirkan terjadinya penurunan produksi. Hingga kini, masih ada kapal yang membawa muatan pupuk belum bisa merapat ke dermaga.

“Kami meminta pemerintah turun tangan, agar kapal angkutan pupuk diprioritaskan demi kepentingan rakyat kecil,”harap Rahman.

Pupuk yang masih menunggu pembongkaran di pelabuhan, masing-masing urea sebanyak 24.975 ton dan ZA sebanyak 6.500 ton. Pupuk bersubsidi tersebut sudah empat hari terkatung-katung di pelabuhan.



Beda halnya dengan petani di daerah bagian Utara,meliputi Kabupaten Sidrap, Pinrang, Barru, Wajo dan Soppeng, masih dapat memperoleh pupuk. Pengiriman pupuk dilakukan melalui Pelabuhan Parepare.

Kepala Dinas Pertanian Sulsel Luthfi Halide mengungkapkan, tahun ini kebutuhan pupuk di Sulsel mencapai 500.400 ton untuk 24 kabupaten. Kebutuhan pupuk urea mencapai 294.600 ton dan pupuk ZA 61.400 ton. Sulsel merupakan salah satu daerah yang cukup tinggi dalam penyerapan pupuk kimia bersubsidi.

“Ke depan, kami akan berupaya mendorong agar petani lebih banyak menggunakna pupuk organik,” ucap Luthfi.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Harry Sutanto mengungkapkan keterlambatan pembongkaran pupuk di pelabuhan diakibatkan keterbatasan alat yang dimiliki. Namun kata Harry, pihaknya telah menetapkan aturan tata cara bongkar muat barang agar pembongkaran dapat dipercepat.

“Selama ini proses pembongkaran tidak dilakukan Pelindo sendiri tapi oleh pihak ketiga,” jelas Harry.

Harry mengungkapkan, keluhan yang diterima selama ini bukan cuma dalam hal pembongkaran pupuk, melainkan juga keluhan dari mitra Pelindo IV lainnya. Sementara alat bongkar yang dimiliki, ia mengakui belum maksimal.

"Kita berharap agar ke depannya proses bongkar muat akan lebih cepat setelah kami lakukan penambahan dan perbaikan," kata Harry.


ANISWATI SYAHRIR