Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Topik
Megawati Sindir Penegakan Hukum Tebang Pilih
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyatakan penegakan hukum di Indonesia masih tebang pilih. Menurutnya, banyak kasus tidak diproses secara menyeluruh.
Bahkan, menurutnya, beberapa kasus baru menyentuh permukaannya. Ibarat api dan asap, kata dia, penanganannya baru pada asapnya. "Ada juga yang apinya sudah berkobar-kobar, tapi asapnya didiamkan atau bahkan seperti akan dihilangkan," kata Mega usai peringatan HUT PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.
Ini merupakan perayaan ulang tahun yang ke-39. Acara itu dihadiri sejumlah tokoh PDIP lainnya, seperti Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Ketua DPP Puan Maharani. Dalam acara itu, Puan bertindak sebagai inspektur upacara.
Mega berharap setiap kasus diproses sesuai hukum. Penegakan yang tebang pilih ini membuatnya prihatin. "Jangan cuma kasus pencurian sandal AAL saja yang diproses dengan baik," Mega menyindir.
Dia juga mengomentari rencana pemerintah mengkonversi bahan bakar minyak ke gas yang dinilainya masih setengah-setengah. Jika pemerintah memang serius, harus disosilisasikan dengan baik. "Jangan masyarakat dijadikan percobaan," katanya.
DIMAS SIREGAR





