foto

P99 Walther

Mardona Dibekuk Bawa Senjata Api dan 116 Peluru  

TEMPO.CO, Makassar - Aparat Kepolisian Sektor Pelabuhan Soekarno-Hatta berhasil membekuk Mardona, 22thn, warga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mardona kedapatan membawa senjata api rakitan lengkap dengan 116 butir peluru jenis SS1.

Lelaki muda ini dibekuk saat sedang bermain gaple bersama rekannya di area pelabuhan sekitar sekitar pukul 22.00 WITA, Senin, 9 Januari 2011. "Saat tasnya digeledah ditemukan pakaian TNI, senjata api lengkap dengan 116 butir peluru," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Polisi Sukri Abham, di Mapolres Pelabuhan, Selasa, 10 Januari 2011.

Sukri mengatakan penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif. Mardona juga menjalani pemeriksaan Polisi Militer dan Densus Brimob.

Saat digeledah, aparat keamanan menemukan satu senjata rakitan laras pendek, 116 butir peluru kaliber 5,56 mm, dua unit magazin, dua bilah sangkur, dan beberapa seragam TNI. Selain itu, juga diperoleh tiga kartu tanda penduduk atas nama Mardona dengan tiga daerah berbeda, yakni sebagai warga Biak, Papua, warga wilayah Seram, Maluku Tenggara, dan warga Bima, NTB.

Dari tangan tersangka juga disita kartu tanda anggota (KTA) TNI atas nama Pratu Muktar. Diduga Muktar merupakan kerabat Mardona yang beralamatkan di Asrama Militer Kipang Kabaresi Bula, Seram, Maluku.

Untuk di Papua, Mardona beralamat di Asrama Brimob, Desa Samofa, Kecamatan Samofa, Biak, Papua. "Dia dari Ambon menggunakan KM Lambelu dan hendak ke Bima. Dia hanya transit di Makassar," kata Sukri.

Saat dibekuk Mardona tak sekalipun mengaku sebagai tentara ataupun polisi. Sedangkan dua rekan Mardona saat bermain gaple, yakni Ignasius Bala, 29thn, dan David Ardibrya, 32thn, juga ikut diperiksa polisi.

Kepada polisi, mereka mengaku tak mengenal Mardona. Keduanya baru berkenalan di pelabuhan dan bermain main gaple untuk mengisi waktu sembari menunggu kapal.  "Saya tidak kenal dia. Dia juga tak pernah mengaku sebagai tentara. Saya hanya temani bermain saja," kata Ignasius.

Adapun Ignasius merupakan warga asal Maumere dan David merupakan warga asal Kupang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Mardona sudah menjadi target operasi kepolisian. Setelah diperiksa di Markas Polres Pelabuhan, Mardona lantas digiring ke Markas Polrestabes Makassar.

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar mengatakan, penangkapan Mardona murni dilakukan lantaran membawa senjata api. Dia enggan mengomentari perihal status Mardona yang merupakan target operasi.  Himawan juga membantah dan meminta agar penangkapan Mardona yang hendak ke Bima tak dikaitkan dengan insiden Pelabuhan Sape, Bima, NTB.


TRI YARI KURNIAWAN