Sejumlah warga bersama TNI AD jajaran Kodam Iskandar Muda mengamati tower listrik PLN nomor 354 yang tumbang digergaji sekelompok Orang Tak Kenal (OTK) di perbatasan Desa Matang Sijuek Barat, kecamatan Baktya, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Minggu (8/1). ANTARA/Rahmad
Topik
Infografis
Priyo: Pemilu Aceh Ditunggangi
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan ada indikasi pihak-pihak tertentu menunggangi pemilihan kepala daerah di Nanggroe Aceh Darussalam. Pihak-pihak ini diduga ingin mengganggu stabilitas keamanan di Aceh. "Bisa saja ada oknum tertentu yang berniat jahat ingin mengacaukan situasi, menunggangi situasi hiruk-pikuk pilkada," kata Priyo di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.
Kesimpulan Priyo diambil dari berbagai pertemuan khusus DPR dengan Gubernur Aceh, DPRD Aceh, berbagai partai nasional maupun lokal, tokoh ulama, kepolisian, hingga akademisi saat membahas berbagai kejadian di Aceh beberapa pekan belakangan. Yaitu beberapa kali penembakan yang menewaskan setidaknya enam orang, robohnya menara PLN dengan cara digergaji, hingga pendataan etnis-etnis tertentu.
"Dari catatan di lapangan terlihat suasana kebatinan di Aceh kurang kondusif. Itu mengkhawatirkan dan mencemaskan karena damai di Aceh dibangun dengan energi yang besar," kata politikus Partai Golkar ini.
Priyo juga menyoroti pernyataan berbagai pihak bahwa kekerasan di Aceh merupakan kriminal murni terkait perebutan lapangan kerja dan bukan pemilihan kepala daerah. "Itu pernyataan tergesa-gesa kalau tidak ada kaitannya dengan pemilukada. Tetapi kalau benar, alhamdulilah," ujar dia. Dia menghimbau masyarakat Aceh, elite-elite dan seluruh masyarakat membantu mengembalikan perdamaian di Aceh.
ARYANI KRISTANTI





