foto

www.123rf.com

Rumah Legislator Aceh Juga Dilempari Bom Molotov  

TEMPO.CO, Lhokseumawe - Rumah pribadi milik Misbahul Munir, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara dari Partai Aceh, yang berada di Desa Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, ditembak dan dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa, 10 Januari 2012. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Misbahul Munir yang dihubungi Tempo mengaku tidak berada di tempat saat peristiwa itu terjadi. Rumah berkonstruksi beton tersebut dijaga oleh adik iparnya. Menurut keterangan adiknya, awalnya pelaku melempar minyak lalu memberondong dengan senjata.

“Menurut keterangan tetangga rumah, pelaku datang dengan sepeda motor matic, entah Mio entah Vario,” ujar Misbahul Munir kepada Tempo.

Dia juga menduga pelaku melakukan pembakaran dibarengi tembakan senjata agar penghuni tidak bisa keluar. “Tapi orang ini (penjaga rumah) selamat semua dan api juga tidak sempat membakar karena cepat warga sekitar memberi pertolongan. Hanya daun pintu yang terbakar sedikit,” kata Munir.

Misbahul Munir adalah mantan pejuang GAM yang kini menjadi Wakil Ketua DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh. Saat partai itu tidak mengajukan calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah yang direncanakan pada akhir tahun lalu, ia mencalonkan diri sebagai calon Bupati Aceh Utara lewat jalur calon independen. Alasannya, saat itu masih belum ada rujukan hukum yang jelas.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Resor Lhokseumawe H. Ramadhan H.S. mengatakan polisi belum mengidentifikasi pelaku teror. Polisi sedang menyelidiki berbagai hasil temuan di lapangan. “ Untuk sementara, polisi menganggap itu kriminal murni,” ujar H. Ramadhan.

Insiden tersebut menambah daftar teror yang terjadi di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Mulai 4 Desember 2011 sampai 5 Januari 2012 setidaknya telah terjadi lima kasus penembakan. Insiden ini terjadi di beberapa lokasi di antaranya Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen. Penembakan ini telah menyebabkan 10 orang tewas dan 13 korban terluka.

IMRAN MA