Twilite Orchestra dipimpin Addie MS membawakan beberapa komposisi dalam konser bersama harpais Rama Widi di Aula Simfonia Jakarta (06/08/2010). TEMPO/Suryo Wibowo
Topik
Foto Terkait
Rama Widi Tampil di Orkestra Simfoni
TEMPO.CO, Jakarta - Rama Widi, 26 tahun, pemain harpa Indonesia yang bergabung dengan orkestra asal Vienna, Austria, akan tampil dalam konser tahun baru, "Soloist of Symphonia Vienna" di Aula Simfonia Jakarta, pada 14 dan 15 Januari 2012.
Ini merupakan penampilan kedua Rama di Indonesia. Pemain harpa terbaik di Indonesia ini telah bergabung dalam musik orkestra di Eropa dan Indonesia, tur keliling Eropa dengan Zoltan Kodaly World Youth Orchestra, dan tur keliling Cina dengan Symphonia Vienna Orchestra.
Tur kedua Symphonia Vienna kali ini akan menampilkan principal-principal (pemimpin) dari tiap instrumen musik untuk menunjukkan kepiawaian seseorang memainkan ritme dari berbagai alat musik. Rama yang menjadi principal harpa sejak akhir 2010 dalam Orkestra Simfoni Vienna juga memiliki kemampuan memainkan berbagai alat musik, seperti biola, piano, organ, klarinet, dan perkusi.
Menurutnya, semua musisi menginginkan musiknya diterima semua kalangan. Ia berharap konser ini menjadi momentum bagi masyarakat bahwa musik klasik menjadi bagian dari masyarakat dunia tanpa harus mengenal perbedaan. “Musik klasik bisa sebagai hiburan yang menarik,” kata putra mantan Wakabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Mathius Salempang, yang sedang berlatih menjelang konser.
Rama juga menjadi pemain harpa Indonesia pertama yang tampil solo dengan orkestra-orkestra ternama. Misalnya di Indonesia seperti Twilite Orchestra, Jakarta Chamber Orchestra, Capella Amadeus String Chamber Orchestra, maupun di Vienna seperti Symphonia Vienna, Joseph Haydn Konzertverein dan telah tampil rutin sebagai solois dengan berbagai resital dan orkestra sejak 2005. Diantaranya, Ginastera Concerto, Debussy Danses, Mozart Concerto, Händel Concerto, Dittersdorf Concerto, Vivaldi Concerto, Malecjki Concertino, Saint Saens Morceau de Concert, Singgih Sanjaya''s World Premier, Harry Poerwanto''s World Premier.
Rama mulai belajar musik sejak usia enam tahun dan mempelajari harpa pada tahun 2004 di bawah bimbingan Julia Reth di Vienna Conservatory, vokal klasik dengan Robert Fontane, dan lulus dengan nilai luar biasa pada tahun 2010 (setara pendidikan pascasarjana S2). Rama juga mengambil kuliah musik edukasi dengan minor conducting orkestra dibimbing oleh Lazlo Gereb.
Rama pernah mengikuti masterclass dengan pemain harpa ternama, seperti Jana Bouskova, Marie Claire-Jamet, Prof. Susann McDonald, Elzbieta Smith, Erika Waardenburg. Pada tahun 2007, Rama menjadi orang Indonesia pertama yang bermain di Vienna Jazz Festival dan konser solo di Arkadenhof Rathaus, Vienna.
EVIETA FADJAR





