Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il (kiri) dan putranya Kim Jong Un, saat menghadiri acara peringatan 65 tahun Partai Buruh di Pyongyang, Korea Utara (10/10). AP/Kyodo News
Korea Utara Berunding dengan Jepang
TEMPO.CO , Seoul-Korea Utara secara diam-diam mengadakan pertemuan dengan Jepang di Cina. Pertemuan pertama kedua negara sepeninggal Kim Jong-il ini berlangsung di tengah pertemuan utusan khusus nuklir Korea Selatan dan Cina di Beijing.
Di tengah serangkaian kontak diplomatik, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak bertemu pemimpin Cina guna mendiskusikan cara-cara untuk melestarikan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea saat transisi kepemimpinan terjadi di Korea Utara.
Seperti dilansir kantor berita Kyodo, Hiroshi Nakai, mantan menteri negara Jepang yang menangani isu-isu penculikan, bertemu delegasi Korea Utara pada Senin, 9 Januari 2012 untuk membicarakan penculikan warga negara Jepang pada era 1970-an dan 80-an.
Mainichi Daily News melaporkan kedua negara dipercaya sedang mendiskusikan syarat-syarat untuk memulai kembali negosiasi antarpemerintah. Kantor Nakai mengkonfirmasi kunjungannya ke Cina. Namun, seorang pejabat di kantor itu menolak menjelaskan keperluan kunjungan Nakai itu.
Pertemuan di Cina itu dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 11 Januari 2012, tetapi bisa saja dipercepat atau diperpanjang tergantung pada respons Korea Utara. Pemerintah Jepang menganggap partisipasi Korea Utara sebagai sinyal pemimpin baru negeri itu yang mungkin tertarik meningkatkan hubungan dengan Jepang melalui perkembangan isu penculikan yang membuka peluang kedua negara menormalisasi hubungan diplomatiknya. Jepang dan Korea Utara belum pernah mengadakan perundingan diplomatik sejak Agustus 2008.
REUTERS | SAPTO YUNUS





