TEMPO/Fahmi Ali
Nelayan Dilarang Melaut, Harga Ikan Melambung
TEMPO.CO, Makassar - Kapal nelayan di Kabupaten Bone dilarang melaut karena cuaca buruk. Ini berdampak pada melambungnya harga ikan di pasaran, yang naik lebih dari seratus persen.
"Sekarang tiga ekor ikan harganya sampai Rp 25 ribu, agak mahal dibandingkan ikan air tawar. Saya sekarang lebih banyak beli tahu, tempe, dan telur," tutur Nurhaedah, pengunjung Pasar Bajoe, Bone, Selasa, 10 Januari 2012.
Nurhaedah, yang ditemui saat berbelanja di pasar ikan, menuturkan harga ikan laut melonjak tinggi, biasanya dengan uang Rp 10 ribu sudah mendapatkan tiga sampai lima ekor ikan segar.
Seorang nelayan Bajoe, Junudi, menuturkan saat ini ia tidak berani melaut karena kondisi cuaca yang ekstrem. Saat tidak melaut, Junudi menghabiskan waktu dengan memperbaiki perahu serta alat tangkap ikan seperti jaring.
Pantuan Tempo di sejumlah pasar ikan, harga ikan, khususnya ikan laut, naik lebih dari seratus persen dari harga sebelumnya.
Syahbandar Bajoe, Bone, dua pekan lalu mengeluarkan surat larangan melaut untuk semua kapal nelayan maupun angkutan barang. Berdasarkan data BMGK, tinggi gelombang di Teluk Bone bagian selatan berkisar 0,8 hingga 2 meter, dengan kecepatan angin 6 sampai 21 knot per jam.
"Tinggi gelombang seperti ini berbahaya bagi keselamatan pelayaran, sementara di Teluk Bone bagian utara masih relatif aman," ujar Abbas.
Menurut Abbas, pelarangan dikeluarkan sejak satu pekan lalu karena cuaca saat ini buruk. Larangan akan dicabut jika cuaca sudah normal kembali.
"Kita belum tahu kapan cuaca buruk berlalu. Sampai normal baru pelayaran kami bolehkan lagi. Ini kami lakukan untuk keselamatan para pelaut itu sendiri," ujar Abbas.
ANWAR MARJAN





