foto

TEMPO/Fransiskus S

RSUP Persahabatan Bentuk Tim Khusus Flu Burung  

TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Pemerintah Persahabatan membentuk tim penanganan kasus flu burung, dan menyediakan informasi seluasnya untuk menjelaskan kronologis dan kondisi terkini pasien suspect flu burung, A (5 tahun, perempuan) kepada media. Senini, 9 Januari 2012 lalu, tim ini mengundang media untuk memberikan data terbaru penanganan pasien flu burung. Acara yang dihadiri Dirut RS Persahabatan dr. Priyanti Z. Soepandi, Sp. P(K), dipimpin Ketua Tim Flu Burung RSUP Persahabatan, Prasenohadi dan dr Tjatur Kuat Sagoro, SP. A.



 



Pada kesempatan itu tim ini melaporkan masih melakukan observasi terhadap pasien secara ketat di ruang isolasi, dan menunggu hasil pemeriksaan Polymirasea Chain Reaction (PCR) yang harus dilakukan sebanyak tiga kali guna menegakkan vonis apakah suspect tersebut dinyatakan negatif atau positif terkena virus H5N1.

“Hasil PCR yang pertama sudah didapatkan, hasilnya negatif. Yang kedua hasilnya siang ini, dan yang ketiga baru besok, karena baru diambil pagi ini”, ujar dokter Priyanti.

Dirut RSUP Persahabatan ini menyatakan bahwa pemeriksaan flu burung ditanggung pemerintah. Apabila hasil pemeriksaan dinyatakan negatif, pasien akan segera dipindahkan dari ruang isolasi.

“Kalau sudah keluar dari ruang isolasi flu burung dan dinyatakan negatif, jika kondisi pasien memungkinkan bisa pulang. Namun, apabila masih perlu perawatan, disesuaikan dengan kelas perawatannya. Kalau ada keterangan yang menguatkan bahwa pasien berasal dari keluarga tidak mampu, akan dibebaskan dari biaya perawatan”, jelas Priyanti.

Pada kesempatan tersebut, pihak RSUP Persahabatan menegaskan bahwa kemungkinan pasien dan pamannya terkena virus flu burung pada sumber sama, bukan ditularkan dari pamannya.

Pasien A (5 tahun), warga Jakarta Utara, memiliki indikasi kuat sebagai suspect flu burung karena memiliki kontak erat dengan pamannya, PDY (23 tahun) yang meninggal karena terinfeksi virus flu burung. Berdasarkan keterangan Tim Flu Burung RSUP Persahabatan, pasien ditemukan oleh tim surveilans Dinas Kesehatan setempat saat melakukan screening di lokasi sekitar tempat tinggal korban meninggal.

“Pasien datang dengan keluhan demam dan memiliki riwayat, kontak dengan unggas. Maka kami sejak awal memberikan tata laksana pasien flu burung”, ujar dr. Tjatur. HADRIANI P