TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Siti Fadillah Tak Tahu Peran Ical di Kasus Alkes
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengaku telah menyampaikan semua yang diketahuinya tentang kasus pengadaan alat kesehatan penanganan wabah flu burung 2006. Ia menyerahkan penuh pengusutan kasus ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Saya menyampaikan apa adanya," kata Siti di halaman kantor KPK, Rabu, 11 Januari 2011.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu diperiksa dalam pengembangan kasus pengadaan alat kesehatan penanganan wabah flu burung pada 2006. Kasus ini telah membawa bekas Sekretaris Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Soetedjo Yuwono ke pesakitan.
Soetedjo diduga terlibat penunjukan langsung PT Bersaudara untuk pengadaan alat kesehatan. Akibatnya terjadi kerugian negara Rp 36,3 miliar.
Belakangan proyek ini menyeret nama-nama tokoh besar, seperti Aburizal Bakrie. Kesaksian sejumlah pihak di persidangan menyebutkan bekas Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu ikut kecipratan duit. Namun Ical, panggilan akrab Aburizal, membantah informasi itu.
Ditanyai soal penunjukan langsung PT Bersaudara, Siti juga mengaku tidak tahu. Begitu pula dengan dugaan adanya peran Ical dalam kasus ini. "Saya tidak tahu," ujar dia langsung menaiki mobil pribadinya.
Siti diperiksa KPK sekitar empat jam. Ia mendatangi kantor lembaga antikorupsi itu sekitar pukul 9.30 WIB dan meninggalkannya 13.20 WIB.
Kepala Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan Siti dimintai keterangannya sebagai saksi. Tujuannya untuk melengkapi penyidikan kasus alat kesehatan flu burung.
TRI SUHARMAN





