zimbio.com
Infografis
Lima Saksi Diperiksa Terkait Penembakan di Aceh
TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Aceh tengah memeriksa lima orang saksi terkait kasus penembakan dan pelemparan bom molotov di rumah calon Bupati Aceh Utara, Misbahul Munir.
“Identitas belum diberitahu. Mereka diduga mengetahui peristiwa penembakan tersebut,” jelas Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar pada wartawan, Rabu, 11 Januari 2012.
Aparat masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengejaran terhadap pelaku. Tim Pusat Laboratorim dan Forensik tengah mengadakan pemeriksaan balistik, termasuk selongsong-selongsong yang ditemukan.
Namun demikian, Boy belum bisa memastikan adanya kaitan antara kasus penyerangan rumah Misbahul Munir dengan beberapa kasus penembakan sebelumnya. Tim di lapangan, lanjut Boy, belum menemukan petunjuk pelaku berasal dari kelompok yang sama.
Sejauh ini petugas belum berhasil memastikan motif di balik aksi teror karena pelaku pun belum berhasil tertangkap. “Kesimpulan sementara soal motif akan didapat kalau pelaku sudah ditangkap dan dimintai keterangan,” jelas Boy.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto memperkirakan motif dari rangkaian penembakan yang terjadi di Aceh terkait dengan pemilihan kepala daerah di provinsi tersebut.
Menanggapi hal ini, Boy menilai wajar jika terdapat beberapa analisis yang berbeda terkait situasi di Aceh. Analisis Menkopolhukam, lanjut Boy, pastinya didasari oleh informasi yang diketahui.
Namun, kepolisian tetap berpegang pada fakta dan bukti di lapangan. “Kalau motif kepolisian didasarkan pada fakta hukum. Masing-masing punya latar belakang dan analisis lain-lain,” ujar Boy.
Terkait langkah pengamanan jelang pilkada, aparat setempat akan memberikan pengawalan pada pihak-pihak yang terkait dengan pilkada, seperti calon bupati, calon gubernur, serta penyelenggara atau KPU.
Sebulan menjelang pilkada, Aceh terus diguncang teror. Dalam sebulan terakhir tercatat sudah terjadi enam kali penembakan yang menewaskan 10 orang dan 13 korban luka. Insiden terjadi Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen. Awalnya, pelaku menyasar warga sipil, namun dalam kejadian yang terakhir yang menjadi target pelaku adalah calon bupati Aceh Utara, Misbahul Munir.
Spekulasi mengenai motif teror terus berkembang, mulai dari konflik etnis, politis sampai ekonomi. Namun, sampai sekarang aparat belum berhasil menangkap pelaku dan mengidentifikasi konflik.
ANANDA W. TERESIA





