foto

Pemain Los Angeles Lakers Kobe Bryant berusaha memasukan bola ke keranjang Charlotte Bobcats, dalam kompetisi basket NBA di Los Angeles (5/3). AP/Mark J. Terrill

Kobe Sang Predator LA Lakers  

TEMPO.CO, Los Angeles - Keganasan Kobe Bryant dalam mencetak poin bagi Los Angeles Lakers bukan semata-mata demi kepentingan pribadi. Itu semua Kobe lakukan demi para pendukungnya karena ia takut mengecewakan para penggemar setianya.

“Jika saya bermain buruk atau melakoni pertandingan mengecewakan seperti kala melawan Denver, semua orang akan menangis. Mereka menangis karena ingin meminta perubahan,” ujar Kobe. “Atau mereka menangis karena menyadari saya semakin tua.”

Kobe memang sudah tak muda lagi karena sudah berusia 34 tahun. Bagi seorang atlet, usia tersebut sudah termasuk kategori senja. Namun juara kontestan slam dunk 1997 ini membuktikan bahwa semua anggapan itu tidaklah tepat.

Kala timnya menjamu Phoenix Suns di Staples Center dalam lanjutan kompetisi bola basket Amerika (NBA) 10 Januari 2012, pemain terbaik NBA tahun 2008 ini tampil bak mesin pencetak poin Lakers. Pebasket berposisi guard ini melesakkan 48 poin pada laga tersebut.

Namun raihan tersebut belum ada apa-apanya dengan yang pernah ia perbuat enam tahun silam. Di musim 2006/2007 ia berhasil membukukan 81 poin kala menghadapi Toronto Raptors. Namanya pun tercatat sebagai predator poin kedua terbanyak di kompetesi bola basket bergengsi itu setelah Wilt Chamberlain yang mengemas 100 poin dalam satu pertandingan.

Kehebatan pemain yang berhasil membawa Lakers menjuarai lima kali NBA ini pun diakui sesama pebasket lainnya. Steve Nash, point guard Suns, memuji Bryant sebagai pebasket yang luar biasa.

“Dia pebasket terbaik di dunia. Jadi setiap Anda menghadapinya, pasti ingin melihat performanya seperti sekarang ini,” ujar Nash. “Dia pebasket fenomenal.”

NBA | SINGGIH SOARES