Danau Toba. TEMPO/Arie Basuki
Topik
Cina Dongkrak Jumlah Turis Danau Toba
TEMPO.CO, Medan - Pemerintah Cina melalui Konsul Jenderalnya di Medan, Sumatera Utara, menawarkan kerja sama bidang ekonomi dan pariwisata. Menurur Konsul Cina di Medan, Yang Lingzhu, kerja sama di bidang ekonomi ditawarkan untuk menggarap sektor perkebunan. Kerja sama lainnya yang ditawarkan Cina di sektor pariwisata dengan menjanjikan turis berkunjung ke Danau Toba.
Menurut Lingzhu, Sumatera Utara dan Provinsi Guang Dong, Cina, adalah dua provinsi kembar atau sister city untuk saling memajukan. Penduduk Guang Dong, ujar Lingzhu, sudah lama mengenal Sumatera Utara dengan Danau Tobanya yang indah itu.
"Kami bisa janjikan turis dari Guang Dong untuk berkunjung ke Danau Toba,” kata Yang Lingzhu kepada Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Kamis 12 Januari 2012.
Warga Guang Dong, kata dia, mendengar Danau Toba itu sangat indah dan terkenal serta memasukkan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata luar negeri. “Kami ingin kerja sama bidang pariwisata ini segera berjalan.”
Pemerintah Cina sebenarnya sudah mempromosikan Danau Toba di negeri mereka. Namun kendala utama turis asal Cina enggan ke Sumatera Utara adalah soal transportasi atau penerbangan.
"Jika kerja sama pariwisata ini bisa berjalan baik, investor khususnya agen perjalanan akan berinvestasi di Sumatera Utara. Cina berharap kerja sama bidang pariwisata dilakukan dengan lebih konkret seperti membangun hotel dan sebagainya," ucapnya.
Gatot Pujo Nugroho mengatakan tawaran kerja sama bidang pariwisata dari Cina merupakan peluang untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia khususnya Sumatera Utara. Namun kerja sama itu sulit mendongkrak jumlah turis karena terkendala perusahaan penerbangan dari Beijing.
"Pemerintah Sumatera Utara terus berupaya agar Bandara Kuala Namu bisa segera beroperasi. Pemerintah Sumatera Utara sangat menginginkan penerbangan langsung dari Cina ke Medan yang dibuka maskapai penerbangan Cina," kata Gatot.
SAHAT SIMATUPANG





