foto

Jenazah TKI yang baru tiba dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tempo/Zulkarnain

Jenazah TKI Juju Juwanah Akhirnya Dipulangkan  

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lebih dari tiga bulan meninggal dunia, jenazah tenaga kerja Indonesia asal Majalengka, Juju Juwanah Binti Enung Golib, akhirnya dipulangkan ke Tanah Air. Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, meminta pemerintah segera mengusut penyebab kematian Juju di Arab Saudi pada 26 September 2011 lalu.

“Keluarga harus diberi penjelasan, apa penyebab kematian TKI asal Majalengka ini,” ujar Anis saat dihubungi pada Kamis 12 Januari 2012.

Menurut Anis, terdapat banyak kejanggalan dalam laporan kematian Juju di Arab Saudi. Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri, Juju dinyatakan tewas setelah melompat dari lantai tiga rumah majikannya. Namun dari keterangan beberapa kenalan korban, sebelum meninggal dunia Juju kerap mendapat perlakuan tidak baik dari majikannya.

Selain itu juga ada indikasi Juju jatuh dari lantai tiga kediamannya yang berada di Taif Arab Saudi karena bermaksud melarikan diri. “Ini artinya ada situasi yang bermasalah dalam lingkungan kerja yang harus bisa dijelaskan pemerintah kepada keluarga,” ucap Anis.

Kejanggalan lain yang menurut Migrant Care harus diselidiki pemerintah adalah waktu pemberitahuan kematian Juju kepada keluarga. Kabar tewasnya Juju baru disampaikan pada keluarga hampir seminggu setelah Juju meninggal dunia. Padahal seharusnya informasi itu sudah disampaikan paling lama 3x24 jam.

Juju sendiri baru tiba di Arab pada 10 Juni 2011. Pihak keluarga terakhir mendapatkan kabar dari Juju seminggu setelah ia berangkat. Namun setelah itu tak ada lagi kabar yang diterima keluarga hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Menurut Anis selama ini pemerintah masih abai dalam menangani TKI yang meninggal dunia di luar negeri. Banyak kematian TKI di luar negeri tidak diusut tuntas oleh pemerintah. Pemerintah cenderung menerima begitu saja laporan kematian yang dibuat oleh pemerintah tempat TKI bekerja tanpa melakukan pengusutan lanjutan. Padahal, menurut Anis, seharusnya pemerintah bisa melakukan otopsi begitu jenazah TKI sampai di Tanah Air.

Lebih jauh dia menyebutkan banyak TKI yang meninggal dunia di luar negeri karena disiksa oleh majikan. Namun pemerintah tidak pernah melakukan pembelaan dan pengusutan. “Tanggung jawab hanya selesai ketika asuransi sudah dituntaskan,” tutur Anis.

Pemerintah, lanjut dia, harusnya juga memprioritaskan hak keluarga korban untuk mendapatkan informasi yang benar dan jelas terkait dengan meninggalnya keluarga mereka. Karena itu Migrant Care akan terus mendorong agar pemerintah bisa mempertanggungjawabkan setiap nyawa yang hilang di luar negeri. “Harus ada tanggung jawab, kalau terbukti penyiksaan harus dipastikan.”

Setelah lebih dari tiga bulan meninggal dunia, jenazah Juju baru tiba di Indonesia malam nanti di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah Juju diterbangkan dari Jeddah, Arab Saudi, menggunakan pesawat MH 725 dan langsung dipulangkan ke Majalengka. Migrant Care sendiri akan menemani keluarga korban hingga kampung halaman. “Di sisi lain kami akan terus meminta penjelasan dari pemerintah mengenai penyebab tewasnya Juju.”

IRA GUSLINA