foto

Tempo/Tony Hartawan

Pembatasan BBM Ancam Kebangkrutan UMKM  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rencana pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi sangat merisaukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika pembatasan itu diberlakukan, puluhan ribu pelaku UMKM terancam tidak bisa menjalankan usahanya, bahkan bisa bangkrut.

"Semua kendaraan roda empat untuk operasional berpelat hitam. Jika harus memakai bahan bakar nonsubsidi, banyak pelaku usaha akan mandeg," kata Ketua Komunitas UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Prasteyo Atmosutedjo, Kamis 12 Januari 2012.

Rencana pembatasan bahan bakar bersubsidi pada April 2012, menurut dia, akan sangat berdampak pada keberlangsungan usaha yang dianggap sebagai garda depan ekonomi. "Kebijakan itu sama sekali tidak berpihak pada pelaku usaha rakyat ini," kata dia.

Prasetyo menyatakan jika pemerintah akan melakukan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas dibutuhkan konverter yang harganya Rp 15 juta per unit. Padahal harga mobil yang dipunyai para pelaku usaha mikro tidak jauh beda dengan harga konverter. "Pasti tidak bisa beli alat itu," kata dia.

Seandaianya ada opsi lain yaitu kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi, juga dipastikan sangat memberatkan. Itu pasti mempengaruhi biaya produksi kerajinan atau barang yang dibuat UMKM karena para pengusaha kecil itu tidak bisa serta-merta menaikkan harga produknya.

Karena itu, dia menilai pelaku UMKM ada di ujung tanduk kebangkrutan jika ada pembatasan bahan bakar bersubsidi atau kenaikan bahan bakar. "Pemerintah tidak bisa melindungi UMKM seperti Cina, yang melindungi para pelaku usaha kecil di negeri itu," kata Prasetyo.

MUH SYAIFULLAH