Marzuki Alie. TEMPO/Imam Sukamto
Infografis
Renovasi Banggar, Marzuki Alie Semprot Sekjen
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marzuki Alie, akan memberikan peringatan keras kepada Sekretaris Jenderal DPR terkait renovasi ruangan Badan Anggaran (Banggar). Proyek yang menelan biaya Rp 20,3 miliar itu ternyata memilih menggunakan produk impor untuk mengisi ruang rapat.
"Nanti saya akan rapimkan, jelas peringatannya sangat keras," kata Marzuki saat ditemui wartawan di gedung DPR pada 13 Januari 2012.
Marzuki menyayangkan penggunaan mebel impor untuk ruang Banggar. "Kursi ruangan Banggar DPR saja impor. Padahal produksi dalam negeri tidak kalah kualitasnya," katanya.
Pihak Sekjen dinilai tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk menggunakan produksi luar negeri. Sebagai aparat pemerintah, seharusnya Sekjen DPR tahu bagaimana cara menggalakkan produksi dalam negeri.
Menurut Marzuki, ia sudah berkali-kali menyampaikan kepada Sekjen untuk bekerja yang baik, namun peringatannya tidak didengar. "Kalau program itu benar saya bela, tapi kalau tidak mengindahkan rakyat, pimpinan, dan pemerintah, apalagi yang kita pertahankan selama ini," ujar Marzuki.
Selain kursi empuk impor, ruang rapat di Gedung Nusantara II lantai 2 itu juga dilengkapi tiga televisi dinding raksasa berukuran 3x2 meter. Televisi itu dipasang di pojok kiri dan kanan serta di atas pintu masuk menghadap ke pimpinan rapat.
Di sisi kiri dinding ruangan terdapat artwork yang menggambarkan petak-petak sawah. Dinding pun dibuat akustik (menyerap suara) agar suara tidak memantul.
MITRA TARIGAN





