BTS (Base Transceiver Station) Indosat. TEMPO/Dinul Mubarok
15 Ribu Menara Seluler Dibangun Tahun Ini
TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menyatakan 15 ribu menara sambungan telekomunikasi (Base Transceiver Station/ BTS) bakal dibangun tahun ini. Menurut Ketua ATSI, Sarwoto Atmo Sutarno, hal ini dilakukan karena adanya pertumbuhan pelanggan serta strategi operator seluler yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur layanan data.
"Meski kecil, masih ada pertumbuhan pengguna seluler," kata dia di Hotel Ritz-Carlton, Jumat, 13 Januari 2012. Sarwoto mengatakan penambahan BTS menjadi upaya pelaku industri telekomunikasi seluler untuk menambah pasar. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya menyediakan layanan telekomunikasi murah bagi masyarakat. "Harga voice dan sms kita itu paling murah di seluruh dunia," ujarnya.
Saat ini jumlah BTS baik untuk 2G maupun 3G sudah mencapai 97 ribu untuk melayani 95 persen populasi masyarakat. Sebanyak 22 ribu di antaranya merupakan BTS node B (3G).
Tahun ini Sarwoto memprediksi pertumbuhan industri telekomunikasi berkisar antara 8 persen hingga 9 persen. Pertumbuhan terbesar pada layanan data dan Internet yang mencapai lebih dari 100 persen. Tercatat lalu lintas layanan saat ini sudah melebihi 180 miliar menit percakapan, 260 miliar unit SMS, dan 27 ribu terabyte transaksi data. Selain itu pelanggan data dan broadband mencapai 70 juta orang.
Sarwoto mengingatkan fokus peningkatan jumlah costumer base akan bergeser ke pengguna layanan atau user base. Juga mendorong industri kreatif agar melahirkan inovasi produk, aplikasi dan konten di era beyond telecomunications. "Hal ini mutlak diperlukan jika industri seluler ingin mempertahankan kontribusinya bagi perekonomian nasional," ujarnya.
JAYADI SUPRIADIN





