Wakil Presiden Boediono (dua kiri) bersama istri Herawati Boediono (dua kanan) dalam peringatan Hari AIDS sedunia 2011 di pelataran Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (27/11).Pencanangan hari AIDS dengan tema lindungi pekerja dan dunia usaha dari HIV dan AIDS bertujuan memastikan tempat kerja melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS serta melarang pengusaha melakukan tindakan diskriminasi terhadap pekerja dengan HIV dan AIDS. TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Wakil Presiden Boediono, Jalan Kaki, dan Ketangguhan
TEMPO.CO, Jakarta- "Jadi, tinggal ini yang tersisa? "tanya Wakil Presiden Boediono sesaat mencapai finish usai melakukan olah raga jalan cepat mengelilingi Istana Cipanas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 14 Januari 2012. "Hebat","ujarnya tersenyum semringah sambil mengacungkan dua jempol kepada 12 wartawan yang mengelilinginya.
Siapa sangka, olah raga jalan cepat yang menjadi hobinya ini ternyata bisa menjadi cara Boediono untuk menjajal ketangguhan wartawan yang biasa meliput kegiatannya. Trik ini ia terapkan saat mengadakan jumpa 50-an wartawan peliput Istana Wapres dan anak buahnya di Istana Cipanas. Lebih dari 100 orang mengikuti acara ini.
Mengenakan seragam olah raga kaos biru muda dan celana hitam, Boediono didampingi sang istri, Herawati Boediono, terlihat santai pagi itu. Sejumlah orang dekatnya, seperti Sekretaris Wapres M. Oemar, Juru Bicara Yopie Hidayat dan Deputi Seswapres Bidang Politik Dewi Fortuna ikut dalam barisan depan. Di bagian belakang, lebih dari 100 peserta mulai dari wartawan, staf Wapres, hingga pasukan pengamanan presiden, bersemangat mengikuti olah raga ini. Sekitar pukul 06.45 WIB, acara jalan santai ini pun dimulai.
Awalnya, barisan terlihat masih rapi dan panjang merata. Menjelang putaran ketiga, sejumlah wartawan dan staf wapres mulai keluar barisan. Tak lama kemudian jarak pun semakin lebar, terutama saat Ibu Herawati memutuskan ikut beristirahat di putaran kelima. Satu per satu para peserta jalan santai ini pun berguguran.
Ditinggal sang istri, bukannya terlihat lelah, Boediono malah menambah kecepatan jalannya. Tak ayal, sekitar 10 Paspampres yang mengiringinya di sisi kanan dan kiri juga mempercepat langkah mereka. Sejumlah wartawan tentu saja tak mau kalah. Di lintasan keenam, Sang Wapres pun dipepet dan ditanyai soal ketangguhannya mengitari jalan setapak Istana tanpa terlihat lelah. Boediono pun bercerita singkat.
"Satu putaran ini sekitar 600 meter. Biasanya saya delapan kali putaran disini. Bagaimana, masih bisa lanjut?", ujar pria berusia 68 tahun ini menantang. "Siapa takut Pak? Kita siap mengikuti Bapak," ujar seorang wartawan koran nasional tak kalah bersemangat. Boediono pun tersenyum senang menanggapinya.
Usai putaran kedelapan, menjelang pukul 07.40 WIB akhirnya finish juga. Olah raga pagi itu pun berakhir ditutup dengan "pendinginan" otot, yang hanya diikuti tak sampai 30 orang. Hanya beberapa staf, deputi, Paspampres, dan 12 wartawan yang tersisa. Senang melihat masih banyak peserta yang tersisa, Boediono pun menghadiahi pewarta dengan berfoto bersama. "Hanya untuk yang sampai finish saja ya, ayo...," ajak dia seraya tertawa lepas dan bertepuk tangan. Jika ditotal, jarak tempuh jalan santai pagi ini mencapai hampir 5 kilometer. Pantas, Wakil Presiden tetap sehat.
MUNAWWAROH





