foto

TEMPO/Tony Hartawan

Pilot Pemakai Narkoba Akan Dicabut Izin Terbangnya  

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perhubungan menegaskan pilot  akan dikenakan sanksi terberat jika tidak memenuhi aturan kesehatan pemerintah, termasuk jika kedapatan menggunakan narkoba. “Pilot akan ditangguhkan, bahkan bisa dicabut izin terbangnya,” kata Bambang S. Ervan, juru bicara  Kementerian Perhubungan, ketika dihubungi Tempo, Ahad 15 Januari 2012.

Sanksi itu, kata Bambang, langsung diberlakukan ketika pilot yang melakukan pemeriksaan kesehatan terindikasi menggunakan narkotika ataupun meminum minuman beralkohol.  Pada 12 Januari lalu, Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran yang mengharuskan setiap maskapai penerbangan memeriksa kesehatan pilotnya  setiap enam bulan sekali.



 



Edaran ini untuk melengkapi aturan yang tertuang dalam Civil Aviation Safety Regulation Nomor 91 dan 61. Surat edaran itu dikeluarkan akibat kasus yang dialami pilot maskapai PT Lion Mentari Airlines Hanum Adhyaksa. Hanum tertangkap basah tengah mengadakan pesta narkoba di tempat karaoke Hotel Grand Clarion, Makassar. Selain Hanum, Badan Narkotika Nasional menduga sejumlah awak Lion Air lainnya juga berada di pesta tersebut.

Karena itu, menurut Bambang, Kementerian mengeluarkan edaran agar maskapai segera memeriksa kesehatan setiap pilotnya agar tidak menggunakan obat-obatan terlarang saat mengoperasikan pesawat.  Dia mengakui, selama ini pemeriksaan narkoba dan alkohol ke pilot memang masih bersifat suka rela. Untuk itu ke depan  Kementerian akan menggodok aturan yang mewajibkan adanya tes narkoba dan alkohol di dalam pemeriksaan kesehatan pilot.



 



Hingga saat ini, sejumlah maskapai telah memiliki program pemeriksaan kesehatan untuk pilot. Program itu pun diwujudkan dengan membuat balai kesehatan sendiri. Namun, ada pula maskapai yang masih bekerja sama dengan pihak lain, bahkan tidak memiliki program sama sekali.

Untuk itu, Bambang mengatakan, pemerintah meminta agar setiap maskapai yang telah memiliki program pemeriksaan kesehatan untuk selalu mengintensifkannya. “Jika ada yang belum punya program, semoga dapat diwujudkan secepatnya,” katanya.

SUTJI DECILYA