Wawancara Jokowi: Boleh Diadu Sama Mobil Jepang

Wawancara Jokowi: Boleh Diadu Sama Mobil Jepang

Tempo/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Tatkala Joko Widodo tak lagi menemukan cara lain mendukung mobil karya murid-murid sekolah menengah kejuruan (SMK) Solo, inilah yang dia putuskan: mengganti mobil dinas Toyota Camry dengan Kiat Esemka, hasil karya para murid SMK di Solo. Mobil 1500 CC yang belum lulus uji kelayakan itu dia pasangi nomor AD 1—pelat resmi mobil wali kota. “Ini usaha terakhir saya,” ujarnya kepada Tempo.

Usaha terakhir itu ternyata menjadi awal meledaknya isu mobil nasional. Dalam hitungan hari, Kiat Esemka bisa menjadi embrio untuk mewujudkan kembali impian lama tentang mobil nasional. “Kami memulainya sejak lima tahun lalu dan ke depan akan dikembangkan sebagai industri rumahan,” dia menegaskan.

Pro-kontra segera menjalar dari berbagai penjuru. Sejumlah pejabat mendadak kesengsem bermobil Esemka. Sebaliknya, ada pengamat menuding Kiat Esemka adalah tiruan belaka dari mobil-mobil Cina. Jokowi—sebutan Joko Widodo—mengaku rela menyesap kritik paling keras sekali pun, tapi tak sudi mundur. “Semuanya saya pandang sebagai dukungan,” kata dia.

Kamis pekan lalu, Jokowi berkunjung ke kantor Tempo, di Kebayoran Centre, Jakarta Selatan. Dirancang untuk wawancara, pertemuan yang dipadati oleh sebagian besar anggota redaksi itu beralih menjadi diskusi hangat dalam suasana ger-geran. Dia menjawab semua pertanyaan dengan sedikit fakta off the record.

Sejak awal apakah Anda memang berniat mempersiapkan Kiat Esemka untuk jadi mobil nasional?
Ya, serius benar-benar. Kami ikuti terus dari awal dan kami beri target selesainya. Saya ingin menjadikannya simbol nasionalisme kita. Buat saya ini kebanggaan kita, simbol perlawanan terhadap mobil-mobil impor. Wong kita sudah 60 tahun lebih merdeka kok enggak bisa bikin mobil sendiri.

Ada yang berpendapat Anda terlalu terburu-buru, seolah-olah mau jadi “pahlawan kesiangan”?
Saya melihat itu sebagai bentuk dukungan. Jadi saya positive thinking saja. Tapi kalau banyak yang mencibir, lama-lama saya jengkel juga.

Cibiran seperti apa?
Banyak sekali. Di Twitter, pada awalnya, banyak yang mencibir mesinnya tidak aman. Bodinya kalau kena benturan, hancur. Dibilang dempulannya tebal. Ya enggak apa-apa, lha wong memang tebal. Tapi kalau kekuatan, boleh diadu sama mobil Jepang. Saya jamin (mobil Esemka) menang.

Sudah berapa banyak yang memesan?
Soal pemesanan itu urusannya PT Solo Manufaktur Kreasi, bukan urusan pemerintah Kota Solo.

Ramai beredar info bahwa Kiat Esemka meniru mobil Cina?
Ah, dulu mobil Jepang, Korea, Cina ngambilnya dari mana? Tanya saja. Kami juga ngerti kok. Semua mesin pada mulanya memang membongkari beberapa merek. Tapi jangan dibesar-besarkanlah yang kayak gitu.

Selengkapnya: Wawancara Majalah Tempo

Berita lain:
Tips Jokowi Atasi Kemacetan Jakarta
Jokowi: Dahlan Belum Tahu Rencana Bisnis Esemka
Ini Hasil Tes Drive GEA oleh Dahlan Iskan
Hatta Rajasa Agak Kikuk dengan Mobil Esemka
Jokowi Jengkel Juga Kiat Esemka Dicibir
Giliran Foke Sindir Jokowi di Depan Warga Jakarta
Ini Spek Mobil Esemka Jokowi
Mengapa Jokowi Rela Jadi Sales Esemka?

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X