foto

Puluhan rumah warga Desa Undar-andir, Ciujung, Kabupaten Serang, Banten, terendam banjir hingga mencapai atap, Minggu (15/1). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciujung. ANTARA/Asep Fathulrahman

Ribuan Korban Banjir Serang Masih Mengungsi

TEMPO.CO, Serang - Banjir akibat meluapnya aliran Sungai Ciujung di Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mulai surut. Namun banjir masih merendam ribuan rumah warga di bantaran Sungai Ciujung dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 2 meter.

Ribuan warga masih mengungsi di masjid, rumah kerabat, dan tenda-tenda darurat. Mereka mengharapkan bantuan makanan, obat-obatan, dan selimut. Sejauh ini bantuan yang dikirim pemerintah sangat minim sehingga tidak cukup untuk dibagikan kepada seluruh korban banjir. “Kami berharap bantuan segera datang,” kata Rudi, 40 tahun, korban banjir di Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Senin, 16 Januari 2012.

Tak hanya itu, stok bahan makanan juga telah habis. “Bantuan baru datang dari polisi, PMI, dan dinas kesehatan," ujarnya.

Kemarin banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung ini sempat memutus akses tol Tangerang–Merak di Kilometer 57–58. Banjir dengan ketinggian 1-2 meter itu memacetkan arus lalu lintas di jalan arteri Serang–Jakarta.

Akibatnya, arus kendaraan dari Tangerang menuju Merak dikeluarkan di gerbang Tol Balaraja Barat, Kabupaten Tangerang. Sedangkan untuk kendaraan dari Merak menuju Tangerang dikeluarkan di pintu tol Ciujung, Kabupaten Serang. Pengalihan arus itu membuat ribuan kendaraan yang mau keluar di gerbang tol Ciujung harus antre panjang hingga dua kilometer karena arus lalu lintas di jalan raya Serang–Jakarta macet.

Banjir juga menyeret empat kendaraan kontainer yang memaksa menerobos banjir di jalan tol Tangerang–Merak. Bahkan, dari empat truk kontainer tersebut, dua kontainer terguling dihantam arus banjir yang deras.

WASI’UL ULUM