foto

Petugas Propam polda NTB memeriksa anggota tim buru sergap Polresta Kupang terkait insiden penembakan warga oleh polisi. TEMPO/Yohanes SEO

Tembak Warga, Delapan Polisi Kupang Ditahan

TEMPO.CO, Kupang - Sejumlah anggota buru sergap polisi Resor Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditahan bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTT. Mereka ditahan terkait kasus tertembaknya dua warga Kelurahan Naikoten I pada saat penggerebekan tempat judi oleh polisi. "Delapan polisi sementara diambil keterangannya dan diamankan di Propam Polda," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Antonia Pah, kepada wartawan di Kupang, Senin, 16 Januari 2012.

Delapan polisi tersebut sebelumnya melakukan penyergapan judi sabung ayam di Pasar Kasih Naikoten I Kupang pada Ahad, 15 Januari 2012, petang. Pada peristiwa tersebut, dua orang warga mengalami luka tembak. Mereka adalah Darius Bara, 39 tahun, yang terkena peluru di kaki kanan dan Jefri Uly, 10 tahun, yang mengalami luka tembak di bahu bagian kiri hingga tembus ke belakang.

Menurut Antonia, penembakan itu sudah sesuai prosedur karena polisi sudah mengeluarkan tembakan peringatan. Adapun peluru yang mengenai dua warga itu adalah peluru nyasar saat melakukan tembakan peringatan. "Jadi, itu bukan pembelaan diri. Peluru nyasar yang mengenai kedua warga itu," katanya.

Polisi mengeluarkan tembakan peringatan karena masyarakat dan pejudi yang berjumlah sekitar 100 orang tersebut mulai anarkis dan melempari polisi dengan menggunakan batu. "Jadi polisi tidak langsung tembak, tapi berikan tembakan peringatan," katanya.

Antonia menuturkan, ada tiga kali tembakan peringatan ke udara saat itu. Namun, dia tidak mengetahui peluru ke berapa yang mengenai dua warga.

Sebelumnya, Darius Bara, salah satu korban mengatakan tidak mengetahui aksi penembakan itu karena saat kejadian, dirinya sedang menonton pertandingan voli di lokasi pasar itu. "Saya sedang nonton voli. Tiba-tiba kaki saya terasa sakit, ternyata terkena tembakan," katanya.

Pantuan Tempo, kedua korban tembak itu hingga siang ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bayangkara Kupang. Sementara delapan anggota Buser Polresta Kupang sedang menjalani pemeriksaan intensif di Propam Polda NTT.

YOHANES SEO