foto

Mantan bendahara Partai Demokrat, M. Nazaruddin (kanan), ketika mendengarkan kesaksian Mindo Rosalina Manullang (kiri) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (16/01). TEMPO/Seto Wardhana

Kata Nazar, Kesaksian Rosa Dibelokkan Pengacara

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin, menuding kesaksian Mindo Rosalina Manulang dibelokkan oleh Muhammad Iskandar, pengacara Rosa. Ia keberatan dengan kesaksian Rosa karena merasa tidak pernah menerima duit Wisma Atlet.

"Saya bersumpah tidak menerima duit apa pun dari Wisma Atlet," ujar Nazaruddin kepada wartawan seusai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin, 16 Januari 2012.

Menurut Nazaruddin, Iskandar adalah pengacara titipan yang sengaja dipakai agar Rosa memberikan kesaksian yang memberatkan dirinya dalam persidangan. Namun ia menolak menyebutkan orang yang menitip pengacara asal Sulawesi Selatan itu. "Adalah orangnya," ujar dia.

Rosa dalam kesaksiannya mengungkapkan bahwa Nazaruddin meminta commitment fee kepada PT Duta Graha Indah sebesar 15 persen. Fee itu adalah imbalan yang diterima karena mengupayakan kemenangan perusahaan itu dalam tender proyek Wisma Atlet.

Permintaan itu diungkapkan Nazaruddin melalui Rosa dan saat pertemuan dengan Dudung Pruwadi, Direktur PT Duta Graha Indah, di Hotel Sultan sekitar April 2011. Namun Dudung hanya menyanggupi fee sebesar 13 persen. Duit angsuran awal Rp 4,6 miliar diserahkan ke Yulianis, anak buah Nazar di PT Anugerah.

Nazaruddin menjelaskan dirinya tidak lagi mengurusi PT Anugerah sejak 2009. Alasannya, ia sudah sibuk menjadi anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

Apalagi, lanjut Nazar, perusahaan itu telah dibeli oleh Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat. Ia pun kembali menuding bahwa Anas yang mengatur proyek Wisma Atlet tersebut. "Dialah (Anas) Ketua Besar itu," ujar Nazar.

TRI SUHARMAN



Berita Terkait:
Rosa: Bos Besar Anas, Ketua Besar Mirwan
Rosalina Sebut Coel Mallarangeng Kecipratan Duit
Rosa Sebut Angelina Minta Duit kepada Nazaruddin
KPK Minta Rosa Buka-bukaan
Nazar Juga Minta Rosa Buka-bukaan
Awas, Ada Rekayasa Tutupi Ketua Besar