Ilustrasi. TEMPO/Tony Hartawan
Topik
Lagi, Mobil Terbakar di Depok
TEMPO.CO, Depok - Satu unit mobil Daihatsu Espas bernomor polisi B 7791 UK hangus terbakar di sebuah bengkel mobil di Jalan Jati Raya, Sukmajaya, Depok. Saksi mata, Dani, 40 tahun, mengatakan mobil tersebut terbakar saat Dwi, 28 tahun, pemilik bengkel, menyalakan mesin mobil. "Saat distarter, langsung terbakar," katanya ketika ditemui Tempo di tempat kejadian, Senin, 16 Januari 2012.
Kebakaran itu terjadi selama 20 menit mulai pukul 15.00 WIB sore tadi. Warga setempat mengaku kaget karena melihat si jago merah dengan asap hitam yang mengepul. Untung di samping mobil yang terbakar ada beberapa pohon mangga sehingga api tidak merambat ke rumah-rumah. "Saya kira pembakaran sampah, ternyata besar sekali," kata Irfan, 50 tahun, warga setempat.
Nahas bagi Dwi, pemilik bengkel yang dititipi mobil Daihatsu tersebut. Kedua tangannya terbakar dan melepuh. Dia pun sempat menolak dan marah ketika mau diantar ke rumah sakit oleh istri dan tetangganya. Namun, setelah dibujuk, dia pun mau diantar ke Rumah Sakit Centra Medika Depok. "Ia merasa perih, tapi dari tadi enggak mau dibawa (ke rumah sakit)," kata tetangganya, Mama Alung, 34 tahun.
Menurut Dani, mobil itu milik seorang polisi yang dititipi ke bengkel Dwi setelah mengalami mogok beberapa jam yang lalu. Belum tahu kenapa mobil itu terbakar. Namun, sampai saat ini, yang punya mobil belum datang. "Kemungkinan karena korslet akinya," kata Dani.
Dwi yang merupakan seorang mekanik pada siang nahas itu sedang berusaha memperbaiki mobil tersebut. Saat itu, kata Dani, ia sedang memperbaiki karburator yang diduga sebagai penyebab mogoknya mobil tersebut. "Saya harap yang punya mobil juga mengerti ini musibah," kata Dani.
Kondisi mobil tersebut sangat parah, semua isinya hangus terbakar. Sedangkan yang tersisa hanya rangka luarnya. Petugas pemadam datang dengan tiga mobil pemadam. "Tapi pemadamnya terlambat, untung ada air dari tempat cuci motor," kata Dani.
Sementara Dwi sendiri tidak bisa dimintai keterangan sebelum dibawa ke rumah sakit. Ia masih syok dengan kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu. Menurut Mama Alung, dia belum bisa berbicara apa-apa, kecuali hanya meratap kesakitan. "Ia syok dan kesakitan," katanya.
ILHAM





