Empat perwakilan dari Bank Dunia (kiri) berdialog dengan ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di aula Kelurahan Kadipiro, Solo. TEMPO/Andry Prasetyo
Topik
BRI Garap Pembiayaan Masyarakat Perkotaan
TEMPO.CO, Yogyakarta - Bank Rakyat Indonesia menggarap pilot project pembiayaan anggota Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di perkotaan. Kali ini sasarannya Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo Raya.
"Ada lima BKM di DIY dan tujuh di Solo Raya," kata Djarot Kusumayakti, Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BRI, di Yogyakarta, Senin, 16 Januari 2012.
BRI menyediakan fasilitas dan layanan perbankan sesuai kemampuan dan kebutuhan 12 BKM tersebut. Mekanisme kemitraan itu melalui pemberian pinjaman dengan jasa sekitar 16 persen per tahun kepada anggota kelompok swadaya masyarakat PNPM Mandiri perkotaan.
Kelompok itu ada dalam klasifikasi klaster tiga di daerah yang tercakup dalam pilot project, yang anggotanya sekitar 4.000 orang. Para anggota itu merupakan pemilik usaha yang layak dan punya potensi berkembang.
BRI, kata Djarot, menawarkan pemberian kredit kepada BKM dengan pola pembiayaan kepada KSM menggunakan kredit usaha rakyat linkage executing. BKM dinilai sebagai lembaga yang menjalankan mekanisme simpan-pinjam dengan baik dan telah mempunyai akta notaris. Teknisnya, BKM, selaku lembaga linkage, oleh BRI diberi plafon dengan mekanisme pencarian berdasarkan pengajuan dari KSM.
Dengan mekanisme itu, ikatan sosial yang terbentuk dapat berfungsi mencegah adanya moral hazard. Jadi lebih aman dan bank bisa lebih menjangkau sampai akar rumput.
Sementara itu Pemimpin Wilayah BRI Yogyakarta, Eko Wahyu Andriastono, mengatakan pinjaman itu Rp 2 juta per anggota. Targetnya, sebanyak 4.000 anggota mendapatkan fasilitas itu. "Kami akan evaluasi pada enam bulan ke depan," kata dia.
MUH SYAIFULLAH





