Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Makan Malam Terakhir di Costa Concordia

image-gnews
Tim penyelamat berada di dekat kapal pesiar Costa Concordia yang kandas di lepas pantai barat Italia, pulau Giglio (15/1). Setidaknya tiga orang tewas setelah kapal dengan lebih dari 4.000 penumpang terbalik dan karam disekitar perairan dangkal. REUTERS/Remo Casilli
Tim penyelamat berada di dekat kapal pesiar Costa Concordia yang kandas di lepas pantai barat Italia, pulau Giglio (15/1). Setidaknya tiga orang tewas setelah kapal dengan lebih dari 4.000 penumpang terbalik dan karam disekitar perairan dangkal. REUTERS/Remo Casilli
Iklan

TEMPO.CO ,:-Christine Hammer, 65 tahun, dan suaminya, Gert, sedang menikmati makanan pembuka. Sepiring cumi, jamur tumbuk, dan salad merupakan menu pembuka makan malam para penumpang kapal pesiar mewah Costa Concordia, 13 Januari malam lalu.


Kapal baru saja berangkat dari Pelabuhan Civitavecchia dekat Roma, Italia. Kapal pesiar sepanjang 50 meter itu memulai pelayaran selama sepekan menuju Barcelona dan Majorca di Spanyol.


Terdapat 4.000 penumpang di kapal itu, di antaranya 1.000 warga Italia, 500 warga Jerman, 150 warga Prancis, dan 1.000 anak buah kapal turut serta dalam pelayaran mengarungi Laut Mediterania tersebut.


Tiba-tiba kapal menghantam sesuatu. Piring, gelas, dan para penumpang terbanting ke lantai kapal. Situasi mendadak gelap karena lampu di dalam kapal mati. Suasana panik pun menguar. Jeritan seorang perempuan yang tengah hamil lima bulan menjadi salah satu pekikan ketakutan ribuan penumpang.


Namun penumpang justru dibuat bingung oleh kru kapal. Selama 45 menit pasca-benturan, kru malah berusaha menenangi situasi. “Mereka berkata tidak ada masalah,” kata Hammer, warga Kota Bonn, Jerman, yang mendapat tiket kapal dari donasi gereja setempat.


Toh, para penumpang yang kerap berpesiar dengan kapal merasakan bahaya mengancam. “Anda sudah menonton film Titanic? Itulah yang kami rasakan,” kata Valerie Ananias, 31 tahun, guru sekolah dari Los Angeles, Amerika. Valerie berlayar bersama orang tua dan saudara perempuannya.


Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Para korban selamat pun kini terpaksa mengungsi. Sekolah, hotel, dan gereja di Pulau Giglio disesaki pengungsi. Bahkan Wali Kota Giglio, Sergio Ortelli, meminta warganya menampung lebih banyak pengungsi. Sedangkan mereka yang dievakuasi dengan helikopter dibawa ke Pelabuhan Porto Santo Stefano.


Namun kematian sedikitnya tiga penumpang dan 69 lainnya belum ditemukan, membuat para korban marah. “Kami harus berteriak pada kru kapal agar kapal sekoci diturunkan,” kata Mike van Dijk, dari Pretoria, Afrika Selatan. “Ini sangat mengerikan.”

CBS NEWS | REUTERS | AP | SITA PLANASARI A.


Berita Terkait
2 WNI Terluka Akibat Kapal Pesiar Italia Tenggelam
Kisah Costa Concordia yang Kandas Bak Titanic
Kapal Pesiar Tenggelam di Italia, 3 Tewas
Begini Fasilitas di Costa Concordia yang Karam
Terjebak di Costa Concordia Saat Bulan Madu

Foto-foto: Tragedi 'Titanic' Costa Concordia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Esti Andayani, Dubes RI Perempuan Pertama untuk Italia

20 Mei 2017

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Sergio Mattarella di Istana Kepresidenan Italia, Roma, 18 Maret 2017. Foto: KBRI Roma.
Esti Andayani, Dubes RI Perempuan Pertama untuk Italia

Dubes Esti Andayani menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Italia Sergio Mattarella.


Terbongkar, Penampungan Imigran Dikelola Mafia Selama Satu Dekade

16 Mei 2017

Pengungsi menyantap makanan di sebuah terminal bus di depan stasiun kereta api Tiburtina di Roma, Italia, 8 Maret 2017. REUTERS/Max Rossi
Terbongkar, Penampungan Imigran Dikelola Mafia Selama Satu Dekade

Polisi Italia mengungkapkan salah satu pusat penampungan imigran terbesar di Italia berada dalam cengkeraman mafia selama lebih dari satu dekade


Wali Kota Italia Beri Rp 30 Juta Jika Mau Tinggal di Kota Ini  

10 Mei 2017

Desa Bormida di Italia. Google
Wali Kota Italia Beri Rp 30 Juta Jika Mau Tinggal di Kota Ini  

Wali kota Italia beri uang Rp 30 juta bagi siapa saja yang mau tinggal di kota sepi di Bormida.


Italia Selamatkan 3.000 Pengungsi Afrika di Laut Mediterania  

7 Mei 2017

Para migran dari Eritrea terjun ke laut dari kapal yang penuh penumpang di perairan Mediteranian, sekitar 13 mil di utara Sabratha, Libya, pada 29 Agustus 2016. Ribuan pengungsi yang menaik 20 perahu lebih diselamatkan oleh anggota LSM. AP/Emilio Morenatti
Italia Selamatkan 3.000 Pengungsi Afrika di Laut Mediterania  

Hingga tahun ini sekitar 43 ribu pengungsi dan pendatang tiba di Eropa melalui laut, lebih dari 1.000 orang meninggal.


Perempuan Tertua di Dunia Meninggal di Usia 117 Tahun

16 April 2017

Emma Morano, perempuan tertua di Italia. New York Times
Perempuan Tertua di Dunia Meninggal di Usia 117 Tahun

Emma Morano diyakini adalah orang terakhir di dunia yang lahir pada 1800-an.


Hakim Bebaskan Terdakwa Pemerkosa karena Korban Tidak Menangis  

25 Maret 2017

Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com
Hakim Bebaskan Terdakwa Pemerkosa karena Korban Tidak Menangis  

Hakim di Turin, Italia, membebaskan terdakwa kasus perkosaan seorang wanita dari tuntutan hukum. Alasannya, wanita itu tidak menangis.


Uskup Sisilia Haramkan Anggota Mafia Jadi Ayah Baptis

20 Maret 2017

Michele Pennisi, uskup Sisilia. Ilcarrettinodelleidee.com
Uskup Sisilia Haramkan Anggota Mafia Jadi Ayah Baptis

Seorang uskup agung di Sisilia melarang setiap anggota mafia
menjadi ayah baptis bagi setiap anak yang menerima sakramen
pembaptisan di keuskupannya


Tunawisma Dibakar Hidup-Hidup, Polisi Italia Buru Pelaku

12 Maret 2017

Ilustrasi. TEMPO/Tony Hartawan
Tunawisma Dibakar Hidup-Hidup, Polisi Italia Buru Pelaku

Polisi memburu pelaku pembakaran terhadap seorang tunawisma yang tewas karena dibakar hidup-hidup di Kota Palermo, Sisilia, Italia.


Dubes Parengkuan Terima Penghargaan dari La Sponda

23 Desember 2016

Duta Besar RI untuk Italia, August Parengkuan (kanan) menerima Penghargaan Premio Internazionale
Dubes Parengkuan Terima Penghargaan dari La Sponda

Dubes Parengkuan dinilai sebagai figur yang memajukan hubungan Indonesia-Italia.


Promosi Gencar ITPC Milan Tingkatkan Ekspor RI ke Italia

19 Desember 2016

Becak wisata (veloleo) Indonesia di Milan, Italia. Foto: ITPC Milan
Promosi Gencar ITPC Milan Tingkatkan Ekspor RI ke Italia

Dari pameran saja, total potensi perdagangan mencapai 1,52 juta Euro (Rp 21,23 miliar)