foto

Hizbullah

Thailand Ungkap Teror Hizbullah

TEMPO.CO , BANGKOK: - Aparat berwajib Thailand berhasil mengungkap rencana serangan milisi pro-Iran asal Lebanon, Hizbullah. Pada Jumat lalu, polisi Thailand menangkap Atris Hussein, 48 tahun, tersangka warga negara Swedia asal Lebanon, di bandara Suvarnabhumi.




Berkat upaya tersebut, Hizbullah, membatalkan rencana untuk menyerang lokasi wisata di Thailand. “Dibatalkan karena polisi berhasil mengungkap rencana itu,” kata Kepala Kepolisian Thailand Jenderal Priewpan Damapong, kemarin. Namun aparat berwajib, ujar Priewpan, tetap menjaga lokasi wisata yang dipenuhi wisatawan mancanegara serta beberapa kedutaan asing.




Atris sendiri dibebaskan karena tidak ada bukti yang mengaitkan dirinya dengan upaya serangan. Polisi Bangkok hingga kini masih memburu seorang pria asal Lebanon yang diduga berkaitan denga Hizbullah. Sketsa pria tersebut telah disebar ke aparat hukum di berbagai lokasi wisata.




Informasi rencana serangan Hizbullah ke Thailand pertama kali diungkapkan kedutaan Israel dan Amerika Serikat sebelum Natal tahun lalu. Menurut informasi tersebut, terdapat tiga anggota Hizbullah dengan paspor Swedia akan melakukan serangan menggunakan bom pada 12 Februari mendatang.




Para pelaku dikabarkan akan membidik kawasan yang kerap dikunjungi wisatawan asing, terutama dari Israel. Target utama mereka, menurut informasi intelijen, adalah sinagog Yahudi dan kedutaan Israel di Thailand. Duta Besar Amerika Serikat Kristie Kenney menegaskan, “Ancaman itu nyata dan bisa dipertanggungjawabkan.”




Sementara itu, 11 negara, antara lain Israel, Amerika Serikat, dan Australia, telah mengeluarkan larangan bepergian ke Thailand atau travel warning. Namun larangan ini dikecam oleh Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Towichukchaikul. Jika larangan berkunjung tidak dicabut, Surapong mengancam akan membalas.




THE NATION | BANGKOK POST | YNETNEWS | HAARETZ | SITA PLANASARI A