Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. TEMPO/Fahmi Ali
Topik
Infografis
Perbaikan Bandara Hasanuddin Prioritas untuk Umroh
TEMPO.CO, Makassar - PT Angkasa Pura I memprioritaskan pembangunan rehabilitasi terminal lama Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin tahun ini untuk penerbangan ibadah umroh. “Melihat potensi umroh di Sulawesi Selatan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, terminal lama akan kami rehabilitasi menjadi terminal haji untuk umroh,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Rachman Syafri saat dihubungi Tempo, Minggu, 15 Januari 2012.
Berdasarkan data dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, jumlah jemaah umroh dari penerbangan Makassar di bulan Maret 2011 sebesar 42 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat dari data tahun 2010 di bulan yang sama yang tercatat sebanyak 28 ribu jemaah umroh. Terminal lama akan diperbaiki menjadi General Efficient Terminal untuk pesawat-pesawat carter.
Menurut Syafri, penerbangan umroh selama ini menggunakan pesawat carter. Selain itu, di samping terminal lama juga akan dibangun tempat perawatan pesawat atau Aircraft Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Pembangunan MRO yang berlokasi di terminal kargo lama dilakukan bekerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facility Aeroasia.
PT Angkasa Pura memfokuskan proyek pengembangan bandara di terminal lama tersebut yang ditargetkan akan rampung di akhir 2012. “Kami rencana akan memulai pembangunan rehabilitasi pada tahun ini,” ujar Rachman.
Meski demikian, aktivitas penerbangan umroh masih belum mengalami kemajuan. Hal ini disebabkan karena luas landasan (runway) bandara yang masih terbatas, yaitu 3.100 meter. Kondisi ini belum memungkinkan untuk dilaksanakannya penerbangan langsung (direct flight) Makassar-Jeddah.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sulawesi Selatan, Andi Masykur Sultan mengatakan, pemerintah Sulsel tahun ini mengupayakan perluasan runway menjadi 3.500 meter. Menurutnya, upaya tersebut tengah dalam proses pembebasan lahan. “Pemerintah akan mengupayakan perluasan landasan dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembebasan lahan kini sedang dilakukan manajemen Angkasa Pura,” ujar Masykur.
Menurut Syafri, dengan perluasan landasan tersebut, juga memungkinkan untuk dilakukan direct flight Makassar-Jeddah. Dengan panjang landasan yang mencapai 3.500 meter memungkinkan pesawat terbesar seperti Boeing 747 dan Airbus yang biasa digunakan untuk penerbangan haji dan umroh bisa mendarat tanpa mengurangi bobot.
SUKMAWATI





