foto

Gunung Semeru dilihat dari Ranu Pane, Lumajang, Jawa Timur. TEMPO/Arie basuki

Semeru Luncurkan Lava Pijar Sejauh 100 Meter  

TEMPO.CO, Lumajang - Gunung Semeru kembali meluncurkan guguran lava pijar sejauh sekitar 100 meter dari bibir kawah pada Selasa dini hari, 17 Januari 2012. Luncuran guguran lava pijar itu terlihat sekitar pukul 02.18 WIB mengarah ke tenggara, tepatnya pada alur bukaan Kawah Jonggring Seloka.

Luncuran lava pijar itu dilaporkan tidak menimbulkan awan panas guguran kendati pada pagi ini terlihat asap putih yang bergulung di lereng Gunung Semeru.

Informasi yang diperoleh dari relawan bencana Laskar Semeru menyebutkan sinar api diam sudah tidak teramati sejak beberapa hari terakhir ini. "Hanya teramati satu kali guguran lava pijar sejauh 100 meter. Kami mendapat informasi tersebut dari Pos Pemantau Gunung Api Gunung Semeru di Gunung Sawur," kata Suharyono, Ketua Laskar Semeru, kepada Tempo.

Kendati demikian, kata Suharyono, warga setempat masih tenang-tenang saja. "Namun, kami tetap waspada dengan gejala-gejala aktivitas Gunung Semeru ini," katanya. Beberapa waktu sebelumnya, terjadi luncuran guguran lava pijar sejauh 300 meter pada arah yang sama dengan kejadian dini hari tadi.

Suparno, Kepala Pos PGA Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak bersedia memberikan pernyataan ihwal luncuran guguran lava pijar sejauh 100 meter itu. "Maaf, saya tidak bisa menjawab," kata Soeparno melalui pesan pendeknya kepada Tempo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, guguran lava pijar ini masih meluncur jauh dari pemukiman penduduk. Pemukiman terdekat dari Kawah Jonggring Seloka jaraknya lebih kurang 14 kilometer. Awan panas guguran pernah terjadi pada 2010 silam dengan jarak luncur 4 kilometer dari kawah.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Rochani, mengatakan status aktivitas Gunung Semeru saat ini tetap di level waspada. "Status Gunung Semeru tetap waspada," kata Rochani di sela-sela apel Siaga Bencana, Selasa pagi, di halaman Markas Kepolisian Resor Lumajang.

Rochani mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan institusi terkait khusunya dalam menghadapi ancaman bencana Gunung Semeru, seperti apel siaga bencana. "Kami hendak mempersiapkan seluruh personel elemen penanggulangan bencana," kata dia. Hal ini dilakukan agar seluruh elemen tetap siaga dalam menghadapi setiap potensi kejadian bencana di Kabupaten Lumajang.

Hal yang senada juga dikatakan Kepala Kepolisian Resor Lumajang, Ajun Komisaris Besar Susanto. "Kami hendak mengingatkan kepada seluruh personel polisi terkait kesiapsiagaan personel dalam penanggulangan bencana alam yang terjadi di Lumajang," kata dia.

Pantauan Tempo di Mapolres Lumajang pagi ini, sejumlah elemen penanggulangan bencana mengikuti apel siaga bencana. Sejumlah elemen ini antara lain Polres Lumajang, Kodim 0821, Dinas Kesehatan, SAR Kabupaten Lumajang, Satpol PP, Orari serta PMK.

DAVID PRIYASIDHARTA