Gita Wiryawan. TEMPO/Amston Probel
Topik
Gita Wirjawan Pilih Gunakan Converter Kit Lokal
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memilih converter kit lokal untuk dipasang di mobilnya. “Saya maunya pakai buatan lokal, tapi sayang barangnya belum tersedia,” katanya, Selasa, 17 Januari 2012.
Ucapan Gita ini menanggapi rencana pemerintah membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang salah satunya mendorong konsumen beralih menggunakan bahan bakar gas dengan memakai converter kit di kendaraannya. Namun, karena produksi alat tersebut di dalam negeri masih di bawah kebutuhan, maka pemerintah berencana memenuhinya dengan cara mengimpor produk itu.
PT Dirgantara Indonesia telah memastikan siap untuk memproduksi converter kit. Akan tetapi, perusahaan tersebut juga membutuhkan kepastian pasar karena untuk menggenjot produksi diperlukan investasi yang tidak sedikit.
Meski ada kesanggupan dari produsen converter kit dari dalam negeri, Menteri Gita enggan mengomentari rencana Kementerian Perindustrian yang akan mengimpor alat tersebut. “Saya akan berkoordinasi dulu dengan Kementerian Perindustrian. Tapi sebisa mungkin sih enggak impor.”
Sebelumnya, ketika ditemui di gedung Maramis, Direktur Impor Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, menyatakan belum ada rencana detail tentang impor converter kit tersebut. “Belum ada,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjojono Partowidagdo, mengatakan kebutuhan converter kit dalam negeri mencapai 300 ribu unit. Pemerintah akan menyediakan sekitar 40.000 compressed natural gas (CNG) untuk angkutan umum yang harganya per item mencapai Rp 12 juta. “Sisanya swasta silakan memenuhi sendiri,” ujarnya.
AYU PRIMA SANDI





