foto

Surat perintah penangkapan terhadap mantan presiden Gloria Macapagal Arroyo di St Luke Medical Center, Metro Manila. REUTERS/Cheryl Ravelo

Ketua MA Filipina Terancam Dimakzulkan

TEMPO.CO, MANILA:- Sebanyak 21 dari 23 anggota Senat Filipina Senin 16 Januari 2012 menggelar sidang untuk memutuskan pemakzulan Ketua Mahkamah Agung Renato Corona, 63 tahun, atas keterlibatannya melindungi mantan presiden Gloria Macapagal-Arroyo dari tuntutan hukum.




Sidang yang digelar pada pukul 2 siang waktu Manila itu diawali dengan penolakan untuk mendengarkan penjelasan dari pengacara pribadi Corona. Senate menegaskan, rapat ini dipayungi oleh Konstitusi. Peristiwa bersejarah ini dianggap sebagai perwujudan janji Presiden Benigno Aquino III untuk memberantas korupsi.  “Kita sedang melewati proses menghentikan hakim nakal yang menghancurkan Mahkamah Agung, lembaga sakral,” kata Aquino.




Corona berkukuh menolak pemakzulan dan menolak mundur dari jabatannya. “Hanya kematian (membuatnya kehilangan jabatan). Jika mereka ingin mencopot saya, mereka harus membunuh saya,” ucapnya saat wawancara di televisi ANC.




Arroyo, 64 tahun, ditangkap pada November tahun lalu atas dakwaan melakukan kecurangan dalam pemilihan senator 2007. Sidang belum digelar karena Arroyo dirawat di rumah sakit militer akibat menderita kelainan pada tulang belakang.




Kasus lainnya, Arroyo dan suaminya, Jose Miguel Arroyo, juga didakwa melakukan korupsi sebesar US$ 329 juta dalam kontrak jalur koneksi dengan perusahaan Cina. Arroyo menempatkan Corona, mantan kepala stafnya, menjadi orang nomor satu di lembaga hukum sebelum dia mundur sebagai presiden.




Kemarin, para pendukung Corona melakukan aksi protes di luar gedung mahkamah agung. Mereka mengenakan gelang hitam sebagai simbol dari matinya demokrasi.




INQUIRER | GMANETWORK | GUARDIAN | MARIA RITA